Dokter WHO Dilibatkan Tangani Balita yang Koma Digigit Ular Berbisa

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 17:12 WIB
Bocah Cirebon Koma Digigit Ular
Adila (4) koma akibat dipatuk ular weling. Bocah malang itu tengah menjalani perawatan intensif di RSD Gunung Jati Cirebon (Foto: Dok. RSD Gunung Jati)
Cirebon -

Tim medis Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon berkoordinasi dengan salah seorang dokter spesialis emergency dari World Helath Organization (WHO) terkait penanganan kasus gigitan ular yang dialami Adila (4). Bocah malang itu saat ini masih dalam kondisi kritis.

Sebagaimana diketahui, Adila bocah perempuan berusia empat tahun dipatuk ular jenis weling saat tengah tertidur di kediamannya. Usai mengalami gigitan ular berbisa kondisi Adila cukup mengkhawatirkan. Bocah itu mengalami koma Sejak Sabtu (8/2/2020) hingga kini.

Selain itu, tim medis belum menemukan antivenom atau penawar racun bisa ular jenis weling yang menggigit Adila. Wadir Pelayanan RSD Gunung Jati Maria mengatakan sejak hari pertama dirawat, Adila hanya diberikan antivenom untuk bisa ular welang atau jenis bisa ular yang berbeda.

"Sudah kita masukan (suntikan) antivenom, tapi antivenom ular welang sekitar 10 vial. Sejauh ini kondisinya belum ada perkembangan, masih koma," kata Maria kepada detikcom di RSD Gunung Jati, Rabu (12/2/2020).

Maria mengatakan pihaknya maih berkoordinasi dengan dokter spesialis emergency WHO Tri Maharani yang bertugas di Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Tri sudah meninjau kondisi korban. Namun, hingga saat ini antivenom untuk bisa ular weling di Cirebon belum ditemukan.

"Dokter Tri masih konsultasi dengan guru, profoser-profesornya yang di Thailand dan Australia untuk mencari anti bisa atau antivenomnya. Soalnya antivenom yang kita miliki ini tidak masuk," ucap Maria.

Sebelumnya, bocah empat tahun itu digigit ular berbisa jenis weling atau bungarus candidus saat tertidur pulas di kediamannya. Orang tua Adila, Mukim (27) dan Rusmiyati (24) berharap anaknya bisa pulih. "Kondisinya masih tidak sadar diri sejak hari Sabtu," kata Rusmiyati kepada awak media di RSD Gunung Jati Kota Cirebon, Rabu (12/2/2020).

Rusmiyati menceritakan kejadian naas yang dialami anaknya itu terjadi pada Jumat (7/2) malam lalu, sekitar pukul 23.30 WIB. Rusmiyati dan Mukmin terbangun dari tidurnya saat mendengar suara anaknya menangis. Pasutri asal Pamengkang itu dibuat kaget saat melihat ular weling di kaki anaknya.

"Saya kaget. Ularnya langsung diambil suami saya, terus dibunuh. Kita langsung bawa anak ke rumah nenek," kata Rusmiyati.

Ia mengatakan Adila tak bis diajak bicara saat dibawa ke rumah neneknya. Ia dan suaminya tak menyadari jika anaknya terkena gigitan ular. "Saya tidak tahu kalau digigit. Ternyata setelah dicek di tumitnya ada gigitan ular. Langsung kita bawa ke rumah sakit yang dekat," kata Rusmiyati.

(mso/mso)