Diminta Tutup karena Langgar Tata Ruang, The Great Asia Africa Masih Ramai

Abdurofic Pradana - detikNews
Sabtu, 08 Feb 2020 14:47 WIB
Tempat wisata baru di Lembang
Foto: Iis Maliya Dewi/d'Traveler
Bandung Barat -

Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jabar menemukan sejumlah pelanggaran tata ruang di The Great Asia Africa di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kawasan wisata baru itu diminta tutup sementara.

Usai direkomendasikan ditutup sementara oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat, destinasi wisata The Great Asia Africa di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih buka. Tempat wisata baru ini menjadi magnet bagi wisatawan.

Berdasarkan pantauan Sabtu (8/2/2020), wisatawan terus berdatangan menyesaki gerbang masuk sebelah timur yang diarahkan oleh pengelola wisata. Kendaraan yang didominasi roda empat itu memadati parkiran yang disediakan pengelola dan masyarakat setempat.

Diminta Tutup karena Langgar Tata Ruang, The Great Asia Africa Masih RamaiFoto: Abdurofiq Pradana


Kemacetan pun tak terhindarkan, sebab tak jarang kendaraan berhenti seenaknya di tengah jalan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Ditambah lagi dengan wisatawan yang menyeberang seenaknya.


Namun semua kesemrawutan tersebut tak terlalu dihiraukan pengunjung. Zidni Maliq (32), salah seorang wisatawan asal Jakarta, menuturkan ia baru berkesempatan mengunjungi The Great Asia Africa.

"Penasaran aja dengan tempat wisatanya. Kalau macet ya sudah biasa, ke Lembang tiap akhir pekan kan pasti kena macet. Mungkin yang perlu ditambah itu lahan parkirnya," Tutur Zidni saat ditemui di lokasi

Sementara Amri (29), salah satu warga yang mengelola parkir di sekitaran The Great Asia Africa, mengaku pengunjung setiap akhir pekan tetap ramai meskipun tak seramai saat pembukaan pada akhir tahun 2019 lalu.

"Ya sampai sekarang tetap ramai, biasanya keluarga kalau akhir pekan. Kalau rombongan sekolah itu biasanya hari biasa. Kalau bus ada tempat parkirnya di lahan kosong, kalau mobil di tempat parkir yang sudah tersedia," katanya.

Sebelumnya diberitakan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jabar menemukan sejumlah pelanggaran tata ruang yang dilakukan pengelola. Karena itu DBMPR meminta Pemkab Bandung Barat untuk menutup sementara tempat wisata itu.

Kepala Bidang Penataan Ruang DBMPR Jabar, Bobby Subroto, menuturkan The Great Asia Africa dibangun di Kawasan Bandung Utara Zona L-1. Zona itu meliputi kawasan konservasi kawasan lindung, sempadan sungai dan situ, radius 50 meter dari mata air, serta lahan dengan kelerengan 40 persen atau lebih.

"Dia itu ada di dalamnya (sempadan sungai), harusnya itu tidak boleh. Kan kami di dalam rekomendasi, itu dilarang. Kami sudah sampaikan ke teman-teman dinas Kabupaten Bandung Barat tolong itu diperhatikan," katanya.

(ern/ern)