Ini Motif Dukun Bunuh Warga Tangerang dan Buang Mayatnya ke Jurang

Deden Rahadian - detikNews
Kamis, 06 Feb 2020 16:28 WIB
Polres tasikmalaya ekspos soal kematian warga tangerang
Foto: Deden Rahadian/detikcom
Tasikmalaya -

Maksud hati ingin mencari kekayaan agar terbebas dari jeratan utang, Yahya Ali Wafa (48), Warga Tangerang, malah tewas mengenaskan di tangan dukun yang ia datangi, Asep Rizky (36). Yahya dibunuh, lalu mayatnya dibuang di jurang kawasan Taraju, Tasikmalaya.

Yahya diajak sepasang suami-istri Janar (50) dan Ade Komala (27) bertemu dengan Asep. Dari Tangerang, mereka menuju Pameungpeuk, Garut. Korban memiliki banyak utang hingga menempuh cara instan mendatangi dukun.

Korban Yahya diajak menuju Pantai Selatan Sayang Heulang, Garut, untuk ritual mencari kekayaan. Selain membaca mantra di tepi pantai, ritual dilakukan di bawah batu karang. Sebelum ritual, Yahya menyerahkan uang Rp 2,8 juta sebagai mahar ritual.

Saat ritual, korban melihat Asep memiliki tato, sehingga timbul keraguan dalam dirinya. "Motifnya si pelaku Asep Rizky ini kesal disebut dukun palsu oleh korban karena dia bertato. Selama ini korban belum pernah mendatangi dukun bertato. Pelaku kesal hingga memutuskan menghabisi nyawa korban," ucap AKBP Dony Eka Putra, Kapolres Tasikmalaya, saat rilis di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (6/2/2020).

Korban dihabisi di kawasan Pantai Sayang Heulang, Garut, Minggu (26/1/2020). "Korban diberi racun potas atau racun ikan hingga akhirnya tak sadarkan diri. Korban dipukuli pelaku dan mayatnya dibuang di Taraju oleh empat pelaku lainnya," jelas Doni.


Dari empat pelaku itu, dua adalah Janar dan Ade Komala, pasutri yang datang bersama korban. Belum diketahui peran keduanya di kasus ini selain membantu membuang mayat korban. Dua pelaku lainnya adalah Asep Permana (56), warga Salawu, Tasikmalaya, dan Hapid (40), warga Mangunreja.

Polisi telah menangkap kelima pelaku. Akibat perbuatan mereka, pelaku terancam pidana seumur hidup karena melakukan pembunuhan berencana. Polisi juga telah mengamankan barang bukti alat praktik ritual perdukunan, mulai dupa, tasbih, taring hewan buas, HP, pisau, dan pakaian korban.

Simak Juga Video "Mayat Bocah Laki-laki Ditemukan di Bawah Jembatan Mojokerto"

[Gambas:Video 20detik]

(ern/ern)