Kecelakaan di Cipali, Sopir Bus Rombongan Kiai NU Jatim Dioperasi

Sudirman Wamad - detikNews
Sabtu, 01 Feb 2020 13:19 WIB
Korban Kecelakaan di Tol Cipali
Kapolres Majalengka AKBP Mariyono menjenguk korban luka kecelakaan maut bus yang membawa rombongan sejumlah kiai NU Jatim. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Majalengka -

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono menjenguk korban luka kecelakaan maut bus yang membawa rombongan sejumlah kiai Nahdlatul Ulama (NU) Jatim di Rumah Sakit (RS) Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Insiden kecelakaan itu terjadi di Tol Cipali.

Mariyono mengatakan sedikitnya ada lima korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Salah seorang korban harus menjalani operasi.

"Ya sopir (bus) tadi menjalani tindakan medis. Harus dioperasi, harus dipasang pen di kakinya," kata Mariyono kepada detikcom usai menjenguk sejumlah kiai yang masih dirawat di RS Mitra Plumbon Cirebon, Sabtu (1/2/2020).

Ia mengatakan empat korban lainnya hanya mengalami luka ringan. Rata-rata mengalami memar. "Ada juga yang luka di leher. Alhamdulillah semua membaik," ucapnya.

Mariyono menambahkan kernet bus bernama Putut Wijayanto (40) yang meninggal dunia akibat kecelakaan maut itu dikarenakan pendarahan berat. Putut mengalami luka di bagian kaki.

"Kakinya robek, banyak darah yang keluar. Jenazah sudah dipulangkan ke Tuban," ujar Mariyono.

Kecelakaan maut bus yang membawa rombongan sejumlah kiai NU Jatim itu terjadi pada Jumat (31/1), pukul 04.00 WIB. Bus pariwisata bernomor polisi B-7844-FAA itu melaju dari arah Jateng menuju Jakarta.

Menurut Mariyono, sopir bus diduga kurang konsentrasi lantaran mengantuk. Bus yang ditumpangi rombongan kiai NU Jatim itu menabrak bagian belakang truk tronton bernomor polisi AE 8554 UK, yang melaju searah.

"Benar. Dugaannya sopir mengantuk. Bus menabrak bagian belakang truk tronton di KM 164," kata Mariyono.

Salah seorang korban yakni Putut Wijayanto (40) warga Kabupaten Tuban, Jatim, yang juga kernet bus meninggal dunia. "Awalnya dua korban luka berat, kernet dan sopir. Kernet meninggal dunia. Yang korban luka masih dirawat," tutur Mariyono.

(bbn/bbn)