Waspada, 23 Kecamatan di Kabupaten Sumedang Rawan Longsor

Muhamad Rizal - detikNews
Rabu, 29 Jan 2020 16:04 WIB
Ilustrasi longsor (Andhika-detikcom)
Foto: Ilustrasi longsor (Andhika-detikcom)
Sumedang -

Kabupaten Sumedang termasuk daerah di Jawa Barat dengan potensi bencana longsor cukup tinggi. Dari 26 kecamatan yang ada, 23 di antaranya termasuk dalam wilayah rawan longsor.

"Rawan longsor di 23 kecamatan. Berdasarkan indeks resiko bencana, Sumedang masuk dalam urutan 10 di Jawa Barat dengan mempunyai resiko tinggi bencana. Potensi yang terjadi di Sumedang adalah longsor atau pergerakan tanah," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang Yedi, saat dihubungi, Rabu (29/1/2020).

Dia mengungkapkan, pada Januari ini saja telah terjadi 16 bencana dan 11 di antaranya adalah tanah longsor. "Selama Januari ini saja kejadian bencana sebanyak 16 kejadian yang terbanyak terjadi dari kejadian itu longsor atau pergerakan tanah sebanyak 11 kali," ucapnya.

Yedi mengungkapkan, secara topograpi Sumedang merupakan wilayah berbukit dan pegunungan. Kondisi itu menyebabkan potensi bencana di Sumedang cukup tinggi.

Demi meminimalisir dampak negatif dari bencana, pihaknya akan terus melakukan pencegahan sekaligus memberikan himbauan kepada masyarakat terkait bahaya bencana yang akan terjadi.

"Upaya pencegahan dilakukan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bencana. Kami mengimbau kepada warga untuk selalu waspada terutama apabila turun hujan," kata Yedi.

Sementara itu, Kepala BPBD Sumedang Ayi Rusmana mengatakan menambahkan terus menghimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas di wilayah Cilipung, Kelurahan Pasanggrahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, pasca-longsor menerjang kawasan tersebut.

Kata Ayi, saat ini pihaknya masih menunggu hasil kajian dari Badan Geologi Bandung terkait status wilayah Cilipung yang diterjang banjir bandang dan longsor beberapa waktu lalu. "Kemarin sudah ada dari Badan Geologi ke lokasi. Kami masih menunggu hasil kajiannya," katanya.

Selain itu, BPBD Sumedang telah menyampaikan larangan kepada warga agar tidak beraktivitas di sawah atau kebun di sekitar lokasi longsor tersebut.

"Selama musim penghujan, kami melarang warga untuk beraktivitas di sawah maupun kebun, karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan," ujarnya.

(mso/mso)