DPRD KBB Minta Pengawasan Pekerja China di Proyek KCJB Diperketat

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 29 Jan 2020 14:52 WIB
Seorang petugas tengah memeriksa warga yang baru tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (27/1/2020). Hal tersebut guna mencegah masuknya virus corona yang tengah marak diberitakan.
Foto: Penumpang diperiksa suhu tubuhnya untuk antisipasi penyebaran virus corona di Bandara Soetta (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Bandung Barat -

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendorong peningkatan pengawasan bagi warga negara asing (WNA) asal Cina yang bekerja di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Itu dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona.

Ketua DPRD KBB Rismanto mengatakan, bentuk pengawasan itu berupa pendataan medis pekerja, maupun aktivitas perjalanan pekerja tersebut. Terutama jika pekerja tersebut baru pulang dari negaranya.

"Pendataan dan pengawasan aktivitas pekerja asing di KBB harus ditingkatkan, untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona," kata Rismanto saat dihubungi, Rabu (29/1/2020).

Berdasarkan data terakhir Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB, proyek KCJB di wilayah KBB melibatkan 112 WNA asal Cina yang bekerja pada bagian teknis.

Pihaknya meminta agar dinas terkait melakukan koordinasi untuk mengantisipasi munculnya wabah virus yang diduga berasal dari hewan ini. "Langkah itu untuk antisipasi kemungkinan muncul dan berkembangnya virus tersebut," katanya.

Terkait permintaan larangan WNA China yang sudah pulang ke negaranya tidak kembali dulu ke KBB, politisi PKS itu belum bisa mengomentari hal itu. "Ini menyangkut kebijakan pusat," ujarnya.

Meski begitu, dia meminta agar masyarakat tidak panik, dan menyaring berita di media sosial yang kebenarannya belum bisa dipertanggung jawabkan. "Berikan informasi yang benar, mendidik dan proporsional kepada masyarakat sehingga masyarakat tenang namun waspada," ucap Rismanto.

Simak Video "Jumlah Pekerja China Capai Angka 780 Juta"

[Gambas:Video 20detik]

(mso/mso)