Waspada, Populasi Ular Weling Pematuk Bocah SD di Bandung Banyak

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Minggu, 26 Jan 2020 14:01 WIB
Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung -

Bocah lelaki di Bandung Andi Ramdani (11) meninggal dunia akibat terpatuk ular jenis Weling. Populasi ular jenis serupa ini masih banyak berkeliaran.

Hal itu diungkapkan anggota Yayasan Sioux Indonesia wilayah Jawa Barat Albiansyah. Dia menyebut populasi ular bernama latin Bungarus Candidus ini di tengah-tengah masyarakat masih cukup banyak.

"Untuk populasi di sekitar Jawa Barat saya kira masih cukup banyak. Indikator secara umum bisa kita lihat dari banyaknya laporan warga soal penemuan ular Weling ini. Kita sering mendapat laporan dari beberapa grup WhatsApp, kadang juga dari anak-anak Damkar," ucap Albi kepada detikcom via pesan singkat, Minggu (26/1/2020).

Albi menyatakan gigitan ular tersebut memang cukup berbahaya. Bila penanganan tidak cepat, bisa bernasib serupa dengan Andi.

"Jenis bisa ularnya neurotoxin, sifatnya menyerang saraf. Di fase sistemik, orang yang kena gigit bisa mengalami gagal nafas. Kalau kurang cepat dan tepat penanganannya ya bisa sampai meninggal kayak kasus kemarin," tuturnya.


Albi menyayangkan langkah yang dilakukan keluarga saat penanganan pertama usai digigit. Keluarga Andi, menggunakan air dicampur garam saat mengetahui Andi terpatuk ular.

"Saat tergigit ular berbisa, lagi-lagi mesti kami ingatkan, jangan menggunakan cara-cara 'mitos' seperti merendam bekas gigitan dengan air hangat, garam atau mengikat bagian luka gigitan. Hal itu tidak akan berguna apa-apa. Cara paling tepat, gunakan langkah pertolongan pertama seperti panduan dari WHO 2016, yakni dengan melakukan imobilisasi yang bertujuan untuk mengurangi pergerakan pada korban. Imobilisasi bisa dilakukan dengan memasang alat atau penyangga (seperti korban patah tulang) pada sekitar areal gigitan. Dan segera ke rumah sakit agar korban mendapat penanganan medis," tuturnya.


Seperti diketahui, Andi meninggal dunia usai dipatuk ular jenis Weling pada Rabu (22/1) lalu. Sebelum meninggal, Andi terkapar dan mulutnya mengeluarkan busa.

Simak Video "Makan Ternak Warga Blitar, Sanca 3,6 Meter Ditangkap"

[Gambas:Video 20detik]

(dir/ern)