Hukum Siswa-Rusak Sandal, Guru MTs Disorot Kemenag Pangandaran

Faizal Amiruddin - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 22:57 WIB
Wali siswa memposting sandal yang diduga dirusak seorang guru MTs di Pangandaran. (Foto: tangkapan layar Facebook)
Pangandaran -

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran Cece Hidayat segera melakukan pemanggilan kepada seorang guru untuk klarifikasi terkait permasalahan keluhan orang tua siswa MTs Sindangwangi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Langkah ini dilakukan Kantor Kemenag Kabupaten Pangandaran menyusul ramainya keluhan seorang wali murid di jejaring sosial Facebook.

"Hari Senin kita panggil pihak sekolah untuk didengar keterangannya," kata Cece via telepon, Jumat (24/1/2020).

Wali murid pemilik akun Uttu Jmc itu mengeluhkan bentuk hukuman yang diberikan guru dengan cara merusak sandal yang dipakai adiknya ke sekolah. Padahal sang adiknya itu terpaksa memakai sandal ke sekolah karena sepatunya basah.

Siswa itu tak memiliki sepatu cadangan. Perlakuan ini tak hanya menimpa R, tapi menimpa juga teman-temannya yang lain.

Kemenag Pangandaran menyorot guru tersebut. "Kami sudah perintahkan pengawas bersama staf Kemenag untuk mengklarifikasi informasi tersebut. Senin besok kita panggil guru yang bersangkutan untuk mengetahui apa motifnya. Informasi itu kan baru sepihak," ujar Cece.

Pemilik akun Uttu Jmc, Dudu, menegaskan adiknya terpaksa mengenakan sandal ke sekolah karena sepatu basah. "Adik saya dan sejumlah temannya yang lain, hanya punya satu sepatu. Jadi ketika basah, terpaksa pakai sandal, dari pada tidak sekolah," kata Dudu saat dihubungi.

Dudu mengaku menyayangkan hukuman yang diberikan guru dilakukan dengan cara merusak sandal. Padahal menurutnya masih banyak cara lain untuk mendidik anak, misalnya dengan hukuman lari. "Kami bingung harus kemana mengadu, akhirnya saya posting saja di media sosial," kata Dudu.

Menurut dia, kalau adiknya punya sepatu cadangan, pasti tak akan memakai sandal ke sekolah. "Akhirnya hari ini saya suruh pakai sepatu punya saya. Sepatu tinggi," ucapnya.

Dia mengaku masih menyimpan kekhawatiran terhadap adiknya di sekolah. Takut semakin dimarahi oleh sang guru. "Guru tersebut memang sudah terkenal galak," ujar Dudu.

(bbn/bbn)