Jabar Hari Ini: Pesan Sunda Empire ke Ridwan Kamil-Surili 'Siluman' Ditangkap

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 19:33 WIB
Foto: Petinggi Sunda Empire Raden Rangga (dok. pribadi)
Bandung -

Sejumlah peristiwa terjadi di Jabar hari ini. Ada pernyataan dari petinggi Sunda Empire hingga ditangkapnya monyet surili di Cianjur yang sempat disangka siluman.

Berikut rangkuman berita dalam Jabar hari ini, Jumat (24/1/2020) :

1. Heboh Kemunculan Kerajaan Kandang Wesi di Garut

Warga Garut digegerkan dengan kemunculan Kerajaan Kandang Wesi. Foto-foto sang raja beredar di WhatsApp Grup.

Foto-foto Raja Kandang Wesi di Garut tersebar di WhatsApp grup dan media sosial. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Raja Kandang Wesi Garut bernama Nurseno SP. Utomo. Di beberapa WhatsApp grup, ada beberapa pengguna yang mengunggah foto Nurseno tengah menggunakan pakaian adat, dengan keterangan bahwa dia seorang raja dan memiliki anggota.

Kerajaan Kandang Wesi diketahui terletak di wilayah Garut bagian selatan, tepatnya berada di Desa Tegal Gede,Kecamatan Pakenjeng, Garut. Kades Tegal Gede Kartika Ernawati membenarkan ada warganya yang bernama Nurseno. Namun, Kartika menjelaskan bahwa yang dipimpin Nurseno bukanlah kerajaan layaknya Kesultanan Selaco dan Keraton Agung Sejagat.

"Memang benar pak Nurseno adalah warga kami. Namun, berkaitan dengan informasi yang tersebar di media sosial tidak benar, yang dipimpin Pak Nurseno itu bukan kerajaan melainkan paguron (perguruan bela diri)," ucap Kartika saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (24/1/2020).

Jabar Hari Ini: Pesan Sunda Empire ke Ridwan Kamil-Surili 'Siluman' DitangkapGeger Kerajaan Kandang Wesi di Garut (Foto: Istimewa)

Kartika menjelaskan, keberadaan paguron Kandang Wesi yang disebut di media sosial sebagai kerajaan tidak meresahkan masyarakat. Nurseno diketahui mengajarkan teknik tenaga dalam. "Tidak ada yang terganggu di sini dengan aktivitasnya. Terkait panggilan raja, Nurseno tidak mengaku-ngaku sebagai raja. Panggilan itu diberikan oleh masyarakat yang menyegani keilmuannya," ujar Kartika.

Nurseno SPUtomo yang akrab disapa Guru Besar (GB) ini buka suara. GB menjelaskan dirinya tidak pernah mengaku-ngaku sebagai raja apalagi sampai meminta setoran dari pengikut.

"Saya tidak seperti raja-raja semacam Sunda Empire, Keraton Sejagat apalah saya tidak mengerti itu. Saya tidak pernah punya pasukan juga apalagi sampai pakai seragam dengan pangkat," ucap GB.

GB menjelaskan, pada tahun 2015 lalu, dirinya memang dinobatkan sebagai Raja Kandang Wesi. Dia mengaku dinobatkan raja oleh Perkumpulan Sultan-Raja Nusantara yang disebut GB diketuai Mas'ud Toyib. Penobatan raja tersebut, sambung GB, dilatarbelakangi Kerajaan Kandang Wesi yang konon kabarnya ada di Desa Tegal Gede zaman dahulu. Dia kemudian diberi gelar raja oleh Prof. Dr. Noto Broto dari Selangor dan Demak.

"Jadi saya dinobatkan bukan mengaku-ngaku sebagai raja. Dan gelar raja itu tidak saya pakai di keseharian saya. Masyarakat lebih akrab memanggil saya GB atau Nurseno saja," kata GB.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5