Ini 'Rahasia' Jagung di Cianjur Bisa Warna-warni seperti Pelangi

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 15:10 WIB
Jagung 'pelangi' tumbuh subur di Cianjur, Jawa Barat. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)
Cianjur -

Proses perkawinan silang membuat jagung pelangi memiliki banyak motif warna. Menggunakan metode tersebut, jagung yang tumbuh subur di Cianjur ini memiliki 32 motif warna berbeda.

Petani jagung 'pelangi', Luki Lukman Hakim, mengatakan, Awalnya, bibit jagung warna-warni dia beli dari toko bibit dengan warna yang lumrah, mulai dari kuning, merah, hitam, dan putih. Namun dalam kurun waktu dua tahun dan delapan kali masa tanam agar jagung yang dia budidaya menghasilkan banyak motif warna.

"Awalnya perkawinan silang menghasilkan 11 motif warna, kemudian bertambah di panen berikutnya menjadi lebih dari 20 motif, dan sekarang di panen kedelapan ini saya mendapatkan 32 motif warna berbeda," kata Luki saat ditemui di kebun jagung 'pelangi', Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (24/1/2020).

Menurut Luki, perkawinan silang secara alami itu dilakukan dengan metode tanam yang berdampingan. Satu bedengan tanah dengan bedengan lainnya ditanam dengan motif jagung yang berbeda dengan jarak sekitar satu meter.

Nantinya, pola tersebut akan membuat perkawinan silang, dimana salah satunya bakal menghasilkan motif warna baru saat dipanen. "Misalnya antara yang kuning dengan yang merah ditanam berdampingan, kemungkinan nanti di hasilkan warna jingga atau malah ada warna lain yang tidak diprediksi sebelumnya," tuturnya.

Pola tanam itu membuat jagung pelangi yang dibudidayakan Luki tidak hanya memiliki satu warna dalam satu tongkol. Ternyata ada juga yang memiliki beberapa warna sekaligus dalam satu tongkolnya.

Kepala Dinas Pertanian Perkebungan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur Mamad Nano menuturkan metode perkawinan silang itu umum dilakukan. Untuk tanaman monokotil, kata dia, perkawinan silang bisa lebih alami, dengan berpindahnya serbuk sari dari satu pohon ke pohon yang lain, sehingga nanti bisa menghasilkan motif baru saat panen.

"Pada dasarnya, jagung itu beragam warnanya. Yang umum memang warna kuning, tapi ada juga yang hitam, merah, dan ungu. Tapi dengan pola tanam yang berdampingan, besar kemungkinan terjadi persilangan dan muncul warna baru. Bahkan untuk tanaman dengan biji monokotil penyerbukan masih bisa terjadi dalam jarak ratusan meter," tutur Mamad.

Mamad berharap pengembangan jagung warna-warni yang dilakukan Luki ini bisa terus berjalan dan dipatenkan atas Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Simak Video "5 Mahasiswa Diadili dalam Kasus Polisi Terbakar Saat Amankan Demo"

[Gambas:Video 20detik]

(bbn/bbn)