China Akan Bangun Sister Village di Sukajaya Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 17:34 WIB
Foto: Istimewa
Sukabumis - Duta Besar Republik Rakyat China Xiao Qian berencana membangun Sister Village di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Jawa Barat. Sister Village itu rencananya untuk peningkatan kerja sama China dengan Indonesia.

Hal itu diungkapkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. Xiao Qian datang untuk melihat langsung hasil studi yang dilakukan perwakilan desa di China.

"Desa Sukajaya salah satu desa yang ikut studi di Tiongkok, ada dua gelombang, Jabar, Jatim, Jateng, luar Jawa ada masing-masing satu. Akhir Februari ada gelombang ketiga. Hari ini Dubes Tiongkok datang untuk melakukan verifikasi atau melihat, ada hasilnya nggak dari pembinaan yang sudah dilakukan," kata Abdul kepada awak media, Selasa (21/1/2020).


Menurut Mendes PDTT, Sukajaya adalah salah satu desa yang dianggap berhasil dalam penerapan studi tersebut. "Makanya kerja sama harus ditingkatkan, Dubes akan membangun Sister Village akan dipertemukan dengan desa dengan karakter sama di Tiongkok. Kemudian akan didatangkan investor sesuai dengan potensi komoditas di sini," lanjut Abdul.

Abdul menjelaskan banyak produk kualitas unggulan yang dihasilkan oleh Sukajaya. Nantinya, investor yang bersentuhan dengan produk unggulan Sukajaya akan dibawa langsung oleh Dubes untuk kemudian diekspor ke China.

Terkait produk, Sukajaya dianggap unggul dalam bidang agrobisnis, mulai suji, nanas, dan produk lainnya. Jenis itu nantinya akan diekspor ke China sesuai item produk yang dibutuhkan. Kerja sama nantinya tidak hanya dalam produk yang diunggulkan, tapi juga potensi lainnya.

"Ada 100 desa yang seperti ini, gelombang ketiga saya dampingi sendiri nanti saya ajak bupatinya. Terus kerja sama bukan hanya spektrum desa, tapi juga kabupaten. Semua potensi yang ada di desa kita upgrade, kita tingkatkan, baik dari sisi sumber daya maupun teknologi," papar Abdul.

Ke depan, bukan hanya China, pasar lain juga akan dibantu pemerintah, termasuk negara lainnya, salah satunya Jerman. "Misalkan Sukabumi punya vanila yang bagus, kita hubungkan dengan pembeli di Jerman yang kemarin mengambil produk itu ke Alor," imbuhnya.


Mendes PDTT juga sempat mengungkap adanya kendala bahasa dan harapan agar warga Desa Sukajaya belajar berbahasa Mandarin. Hal itu dianggap mendukung percepatan kerja sama yang terjalin.

"Untuk mendukung percepatan kerja sama Sister Village mendukung investor datang ke sini, percepatan perdagangan antar Sukajaya dipayungi oleh Sukabumi. Kalau kemudian model komunikasinya dengan bahasa yang sudah nyambung, itu enak lebih baik, di samping memang bahasa Mandarin hari ini adalah bahasa internasional yang kedua," tandasnya. (sya/mso)