Berkedok Loker, Pasutri di Cimahi Tipu Pelamar Kerja Via Facebook

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 17:09 WIB
Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki (Yudha Maulana/detikcom)
Cimahi - Pasangan suami-istri menjadi tersangka penipuan berkedok penawaran lowongan pekerjaan via Facebook. Pasutri ini beraksi di 14 wilayah kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Intriyana Khautsar alias Riyan (36) dan Mirnawati alias Mirna (24) beraksi dengan mengunggah lowongan pekerjaan di perusahaan distributor telpon seluler.

"Jadi korban diiming-imingi pekerjaan sebagai distributor. Korban yang melihat berminat, kemudian chatting via WhatsApp, diajak ketemuan," kata Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki di Mapolres Cimahi, Jalan Jenderal Amir Machmud, Selasa (21/1/2020).


Agar terlihat meyakinkan, pelaku meminta korban membawa sejumlah persyaratan, seperti kartu keluarga (KK), ijazah pendidikan, kartu tanda penduduk (KTP), bahkan surat keterangan catatan kepolisian.

"Kemudian, untuk syarat yang terakhir, korban diajak melakukan medical checkup di rumah sakit. Terakhir, kedua pelaku ini beraksi di Cimahi dan membawa korbannya ke RSUD Cibabat," ucapnya.

Sebelum korban masuk ke ruangan medical checkup, pelaku meminta agar barang bawaan milik korban dititipkan sementara. Bukannya disimpan, pelaku malah kabur membawa harta korban, termasuk ijazah.


"Tersangka langsung menghapus jejaknya. Facebook dan nomornya diganti," kata Yoris.

Setelah melakukan penipuan di berbagai daerah, seperti di Kota Cimahi, Kota Cimahi, Sukabumi, Cianjur, Subang, hingga Bogor, kedua tersangka akhirnya ditangkap Desember tahun lalu di Kabupaten Purwakarta.

"Pengakuannya sudah 14 kali, korbannya lebih dari 20. Kami duga masih banyak korban lain," ujarnya.


Atas perbuatannya, pasangan suami-istri itu dikenai Pasal 378 dan/atau Pasal 272 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. "Saat ini kedua tersangka ditahan di Mapolres Cimahi," tandasnya.

Riyan, tersangka kasus penipuan loker, mengaku melakukan aksinya sejak pertengahan 2019. "Saya kerjaannya memang calo pekerjaan. Dari situ kepikiran menipu orang lewat Facebook. Uangnya buat (memenuhi kebutuhan) sehari-hari," katanya.

Simak Video "Waspada Penipuan Bermodus Perumahan Syariah"

[Gambas:Video 20detik]

(mso/mso)