Layanan Tidak Optimal, PDAM Tirta Raharja Masih Kesulitan Air Baku

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 13:38 WIB
Ketinggian muka air di Situ Lembang belum kembali normal (Foto: dok. Istimewa)
Cimahi - Meski telah memasuki musim hujan, distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja kepada masyarakat belum maksimal. Hal itu disebabkan masih minimnya pasokan sumber air baku di Situ Lembang.

Berdasarkan data yang ada, tinggi muka air di Situ Lembang belum kembali ke titik normal. Dari ketinggian muka air biasanya mencapai 7 meter, kini hanya masih berada di ketinggian 3 meter. Padahal hujan sudah mengguyur dalam sebulan terakhir.

"Banyak yang menanyakan kenapa pasokan air masih minim, ya karena sumber air bakunya juga masih belum normal. Sekarang ketinggiannya 3 meter dari pintu air, jadi tidak bisa kami layani semuanya," kata juru bicara Perumda Tirta Raharja Sri Hartati, Selasa (21/1/2020).


Selain itu, kata Sri, faktor eksternal lainnya adalah faktor anomali cuaca yang terjadi belakang ini. Dalam siklus normal, hujan diprediksi turun pada awal kuartal ketiga tahun 2019.

"Frekuensinya masih jarang, kadang di wilayah Cisarua atau Padalarang hujan, tapi di wilayah Lembang nggak, biasanya air Situ Lembang normal dalam waktu satu atau dua bulan, ini bisa mencapai 6 bulan lebih," ucap Sri.

Saat ini, kata Sri, debit air yang mengalir dari Situ Lembang berkisar pada angka 60 liter/detik. "Debit normalnya 160 liter/detik, kami terus berupaya, seperti melakukan rekayasa penjadwalan dan mobilisasi tangki," ungkapnya.

Terkait soal penurunan pendapatan, Sri tak memungkirinya. "Nominalnya tidak bisa saya sebutkan, tapi memang ada penurunan pendapatan," katanya.


Sebelumnya, warga Kelurahan Leuwigajah masih mengandalkan suplai air bersih dari PDAM, yang dikirim menggunakan truk tangki.

"Hampir 5 bulan ini ya warga di Kelurahan Leuwigajah mengalami kekeringan, terutama pelanggan air ledeng karena mereka biasanya nggak punya jet pump atau artesis di lingkungannya," ujar Lurah Leuwigajah, Uus Supriyadi, saat dihubungi, Senin (13/1/2020).

Uus mengatakan warganya terpaksa melakukan urunan untuk membeli air melalui tangki atau menunggu bantuan dari PDAM atau Pemkot Cimahi. "Kasihan juga warga kalau masih begini," katanya. (mso/mso)