Eks Dosen Universitas Pasundan Jadi Anggota Sunda Empire

Mukhlis Dinillah - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 11:19 WIB
Petinggi Sunda Empire/Foto: 20Detik
Bandung - Paguyuban Pasundan memberikan perhatian khusus terhadap kemunculan kelompok Sunda Empire-Earth Empire. Apalagi, salah seorang eks dosen Universitas Pasundan (Unpas) menjadi anggota dari kelompok tersebut.

Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi mengaku segera bertemu dengan eks dosen yang pernah mengajar di Unpas tersebut. Ia ingin mengajak dosen tersebut berdialog mengenali ideologi kelompok tersebut.

"Saya juga ingin nanti karena ada salah satu (eks) dosen Unpas di situ, saya dalam waktu dekat ingin berdialog. Memang dia termasuk budayawan. Dosen aktif di Unpas," kata Didi saat dihubungi, Senin (20/1/2020).

Ia menyebut mengetahui salah seorang eks dosennya bergabung dengan kelompok Sunda Empire dari anggota Paguyuban Pasundan lainnya. Ia sendiri mengaku kaget mendengar hal tersebut.

"Saya tahu bergabungnya itu ada orang Sunda di Jakarta ngasih tau ada nama (eks) dosen Unpas itu. Saya enggak nyangka ada itu," tutur dia.

Ia mengaku sudah melihat ada gelagat yang tak beres dari pemahaman kesundaan eks dosen yang juga budayawan tersebut. Namun, ia awalnya mengabaikan pemahaman tersebut.

"Pernah datang ke tempat saya, hanya memang pemahaman tenang kesundaan agak berbeda. Cuma karena muncul (Sunda Empire) ini yang mengagetkan," ungkap dia.

Ia mengimbau kepada seluruh anggota Paguyuban Pasundan menjaga kondusivitas di Jabar terkait kemunculan kelompok Sunda Empire.

"Tentu kita harus tetap menjaga kondusivitas jabar. Bagi paguyuban pasundan kita punya kewajiban, untuk menjaga lembur, tetap akur jeung dulur. Harus panceug dina galur," ujar Didi.

Rektor Unpas Eddy Jusuf membenarkan salah seorang eks dosennya menjadi anggota Sunda Empire. Dosen tersebut pernah mengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unpas.

"Dia sudah pensiun, sudah kembali ke masyarakat. Sudah lima tahunan. Saya lihat nama-nama dan foto dia di Sunda Empire," ungkap Eddy.



Simak Juga Video "Petinggi Sunda Empire Ngaku Bisa Hentikan Nuklir"

[Gambas:Video 20detik]

(mud/ern)