Hotel 'Siluman' Bikin Resah Warga Cimahi

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 19:45 WIB
Foto: Penampakan hotel yang dikeluhkan warga Cimahi (Yudha Maulana/detikcom)
Foto: Penampakan hotel yang dikeluhkan warga Cimahi (Yudha Maulana/detikcom)
Cimahi - Warga RW 7 Kelurahan Pasirkaliki, Cimahi Utara, Kota Cimahi dibuat resah dengan kehadiran hotel 'siluman' di tengah permukiman warga. Pasalnya, warga tidak pernah memberi izin pendirian usaha tersebut.

Ketua RW 7 Dadang Hidayat mengatakan, warga baru mengetahui kehadiran hotel tersebut pada malam Tahun Baru 2020. Dadang dan warga lainnya mengira tempat itu bukan hotel karena tak memiliki plang penanda.

"Waktu tahun baru banyak orang, dikira bukan penginapan karena enggak ada labelnya," ujar Dadang di lokasi, Kamis (16/1/2020).


Warga yang penasaran, akhirnya melakukan peninjauan langsung ke dalam bangunan berlantai tiga itu. Setelah dilihat tempat itu dijadikan hotel, namun tanpa izin dari warga.

"Tolong pemerintah tertibkan hal seperti ini. Ada kontrol dari pemerintah apakah benar sudah memenuhi legalitasnya karena ke masyarakat saja belum ada. Jangan hanya mencari keuntungan saja," ucapnya.

Akim (59), warga sekitar, pernah melihat sejumlah muda-mudi masuk ke dalam hotel tersebut. "Saya juga lihat di buku tamu, ya memang usia muda. Disebutnya juga pemondokan remaja, kami khawatir ada hal yang tak diharapkan terjadi di sana," kata Akim.

Salah satu karyawan penginapan yang enggan disebutkan namanya, membenarkan jika kebanyakan pelanggan yang mememsan kamar ada kalangan anak-anak muda.

"Setelah reservasi kan mereka ambil kunci, kalau bayar ada yang lewat aplikasi atau bayar di tempat. Ya memang kebanyakan masih muda, kalau yang ibu-ibu atau bapak-bapak jarang sih," ujarnya.

"Tadi pagi udah ada yang reservasi terus tadi baru masuk. Berdua juga. Mungkin karena di Cimahi jarang penginapan jadi pada kesini," katanya melanjutkan.

Pada hari biasa, reservasi melalui aplikasi bakal lebih murah ketimbang reservasi langsung, harganya tak mencapai Rp 100 ribu bila di hari kerja.

"Kalau pakai aplikasi lebih murah, yang tadi pagi cuma Rp 90 ribu. Kalau langsung biasanya Rp 150 ribu. Mau beberapa jam juga bisa, tapi tetap dihitung 24 jam menginap," tuturnya.


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi menyatakan, belum pernah menerbitkan izin pembangunan untuk hotel tersebut

"Belum ada izin yang terbit, dan sejauh ini belum ada yang mengajukan untuk hotel di wilayah Pasirkaliki," ucap Kepala DPMPTSP Kota Cimahi Hella Haerani saat dihubungi, Kamis (16/1/2020).

Ia mengakui baru mengetahui keberadaan hotel 'siluman' tersebut, dan bakal segera berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya.

"Kami akan tindaklanjuti dengan koordinasi ke dinas terkait diantaranya dengan Dinas PU PR dan Satpol PP. Nanti ada tindaklanjutnya lagi," ujar Hella. (mso/mso)