Jaga Kelestarian Hutan, Pemkab Pangandaran Bentuk Satgas 'Jaga Leuweung'

Faizal Amiruddin - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 17:23 WIB
Foto: Penanaman pohon di lahan kritis Kabupaten Pangandaran (Istimewa)
Pangandaran - Demi menjaga dan mengembalikan kondisi lingkungan, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso dan Dandim 0613 Ciamis Letkol Tri Arto Subagio rela menembus jalur offroad perbukitan blok Kitambaga Dusun Banjarsari Desa Selasari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, Kamis (16/1/2020).

Didampingi sejumlah pejabat dan ratusan masyarakat, mereka menerobos jalan tanah licin dengan mengendarai motor trail. Perjuangan sejumlah pejabat dari forum komunikasi pimpinan daerah itu untuk melakukan penghijauan lahan kritis di dusun tersebut.


Kurang lebih sebanyak 5.440 bibit pohon mereka bawa untuk ditanam di lahan seluas 13 hektar. Bereagam jenis bibit pohon terdiri dari tanaman kehutanan seperti kiara, salam, trembesi serta tanaman buah diantaranya durian, jeruk dan mangga di tanam demi kelestarian lingkungan.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan untuk menjaga hutan di wilayah itu sudah dibentuk Satuan Tugas 'Jaga Leuweung' (hutan). Sebuah pola pengamanan swadaya yang melibatkan 150 warga setempat. Selain menjaga dari pembalakan dan perambahan hutan, Satgas ini juga bertugas untuk melakukan rehabilitasi lahan kritis.

"Petugas jumlahnya terbatas, sehingga perlu melibatkan warga. Supaya hutan kita terjaga," kata Jeje.

Guna mendukung operasional petugas Jaga Leuweung ini, Pemkab Pangandaran memberi 4 sepeda motor untuk operasional para petugas Jaga Leuweung tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Selasari Kecamatan Parigi, Udin Yugaswara mengatakan kerusakan lahan di perbukitan itu selama ini sudah terasa dampaknya. Diantaranya area pesawahan tadah hujan kini tak bisa lagi tanam dua kali setahun. Biasanya sebelum kemarau tiba, petani bisa menanam karena kondisi sawah cukup air. "Dampak lainnya adalah penurunan debit air sungai Santirah yang menjadi arena wisata body rafting," kata Udin.


Dia mengatakan ada sekelompok warga luar desanya yang berusaha melakukan perambahan hutan untuk ditanami kopi. "Tapi alih fungsi hutan itu tak bisa kami terima. Apalagi kawasan itu merupakan hutan pangkuan desa Selasari. Ada hak kami disana dan yang paling penting adalah kepentingan bersama atas kelestarian hutan. Kalau hutan kritis, bisa membawa bencana," kata Udin.


Tonton juga Australia Selamatkan Pinus Purba dari Kebakaran Hutan :

[Gambas:Video 20detik]

(mso/mso)