Subsidi Gas Elpiji 3 Kg Dicabut, Pedagang: Bayar BPJS Saja Sudah Berat

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 15:55 WIB
Foto: Puti Aini Yasmin
Cimahi - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana untuk mencabut subsidi elpiji 3 kilogram pada Juli 2020 nanti. Harga gas melon yang semula berkisar harga Rp 21 ribu, naik hingga mencapai Rp 35 ribu per tabung. Lalu seperti apa tanggapan pelaku usaha mikro ?

Yadi Supriyadi (31), pedagang bakso keliling di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengaku kenaikan gas elpiji 3 kg itu akan membebani usahanya.

"Pendapatan saya kecil, dan bakso ini juga kan dijajakan ke orang-orang di kampung dengan harga murah. Kalau misal harga tabung naik, mau saya jual berapa?" kata Yadi saat ditemui detikcom, Kamis (16/1/2020).

Setiap dua hari, ia harus mengganti tabung gasnya yang ia gunakan untuk menjaga dagangannya tetap hangat. Tabung itu, ia simpan di dalam gerobaknya.

"Harga jual gasnya saja sekarang saya beli Rp 23 ribu, belum lagi dengan tabung gas untuk membuat adonan baksonya di rumah. Saya beli per dua hari sekali, kalau naik (harga tabung 3 kg)," kata Yadi yang menjajakan baksonya Rp 5-10 ribu perporsi.

Ia berharap pemerintah bisa membuat regulasi khusus, agar wacana ini tak memberatkan masyarakat kecil sepertinya. "Misal ada kartu subsidi, jadi tepat penggunannya. Sekarang kan sering disalahgunakan, banyak yang mampu, tapi pakainya gas 3 kg," katanya.

Linda (29) pedagang kaki lima di Lembang, mengaku keberatan dengan wacana tersebut. "Saya sebenarnya bisa setuju saja, tapi asalkan nanti, uang untuk subsidinya dipakai untuk hal yang lebih membantu masyarakat," katanya.

"Misalnya untuk bantuan kesehatan seperti BPJS, karena sekarang kan iurannya naik. Sekarang saja kami lebih berat dengan BPJS, masa untuk usaha juga diperberat juga, tolong lah pak Jokowi memahami," katanya.



Harga Elpiji 3 Kg Bakal Naik Jadi Rp 35.000:

[Gambas:Video 20detik]



(ern/ern)