7 Desa di Sumedang Masuk Daftar Beresiko Tinggi Stunting

Muhamad Rizal - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 22:46 WIB
Sejumlah camat di Kabupaten Sumedang menandatangani kesepakatan dalam pencegahan dan penanggulangan stunting. (Foto: Muhamad Rizal/detikcom)
Sejumlah camat di Kabupaten Sumedang menandatangani kesepakatan dalam pencegahan dan penanggulangan stunting. (Foto: Muhamad Rizal/detikcom)
Sumedang - Sebanyak tujuh desa di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, masuk daftar berisiko tinggi stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak. Pemkab Sumedang meminta semua pihak untuk bersama-sama mencegah stunting.

Kabupaten Sumedang merupakan satu dari 60 kabupaten-kota di Indonesia dengan kasus stunting cukup tinggi pada tahun 2019. Pemkab Sumedang mendata dari 25 desa di Sumedang berisiko stunting, tercatat tujuh desa yang menjadi perhatian lantaran indeks risiko stunting 'sangat-sangat tinggi'. Tujuh desa itu terdiri Desa Ciawitali, Cibungur, Tanjungwangi, Cijambu, Pangadegan, Kadakajaya dan Suriamedal.

"Untuk mengatasi stunting ini bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi kewajiban bersama," kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat memberikan pemaparan kepada camat dan kepala desa di Gedung Negara, Jalan Pangeran Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (15/1/2020).


Dalam musyawarah bertema 'Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Sumedang', Dony menegaskan bahwa stunting menjadi atensi Pemkab Sumedang. Pencegahan dan penanggulangan perlu dilakoni serius sehingga anak terhindar dari risiko stunting.

Untuk aksi pencegahan stunting tahun ini, Pemkab Sumedang memprioritaskan 10 desa. Jumlah tersebut termasuk tujuh desa yang indeks risiko stunting 'sangat-sangat tinggi'.

Dony meminta para camat dan kepala desa terus memantau kondisi warganya agar pencegahan dapat dilakukan sejak dalam kandungan. "Untuk pencegahan, tolong untuk yang punya data, cek program bayinya agar teratur untuk diperiksa. Ini yang harus diprioritaskan," tutur Dony.

(bbn/bbn)