Pemprov Jabar Akan Bangun 9 Command Center Baru di Daerah

Mukhlis Dinillah - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 16:26 WIB
Foto: Avitia Nurmatari
Bandung - Pemprov Jabar akan mendirikan sembilan command center baru di kabupaten/kota tahun ini. Anggaran Rp 45 miliar dialokasikan untuk pembangunan pusat komando tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jabar Setiaji mengatakan sembilan command center anyar ini akan dibangun di kabupaten/kota yang telah memiliki kesiapan.

"Sembilan command center itu akan dibangun di Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cianjur, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sukabumi. Anggaranya sekitar Rp 5 miliar untuk satu command center," kata Setiaji, Rabu (15/1/2020).

Dia mengatakan Detail Engineering Design (DED) untuk sembilan command center tersebut sudah rampung. "Setelah itu baru kita tender untuk dikonstruksikan," ucap dia.

Menurutnya tema setiap command center ini akan menonjolkan identitas daerah masing-masing. Hal itu sudah diterapkan pada empat command center yang dibangun pada tahun lalu.

Dia menuturkan empat command center yang didirikan tahun 2019, yaitu di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Pangandaran dan Garut.

"Seperti yang tahun lalu, command center di Pangandaran maka konsepnya adalah wave atau gelombang, kemudian di Cirebon itu batik Mega Mendung. Untuk kontruksi empat command center ini sudah selesai. Nanti kita tinggal me-launching-kan. Mudah-mudahkan di akhir Januari (2020) ini sudah bisa," jelas dia.

Ia menilai yang paling penting kehadiran command center menunjukkan kota/kabupaten tersebut telah mengembangkan teknologi. "Sehingga semua bisa diintergrasikan dan memudahkan pelayanan ke masyarkat," kata Setiaji.

Setiaji menargetkan command center ini sudah dapat didirikan pada 27 kota kabupaten di Jabar pada 2024 mendatang.

"Jadi itu terintegrasi, kemudian selain terintrigrasi misalnya ada permasalahan apa di kabupaten, seperti saat bencana command center ini bisa dijadikan monitor," ujar Setiaji. (mud/ern)