Penyandang Disabilitas Wyata Guna Terusir, Dinsos Jabar Siap Menampung

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 12:53 WIB
Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom
Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap menampung sejumlah penyandang disabilitas yang terusir dari Balai Wyata Guna. Pemprov Jabar menyiapkan lokasi di kantor Dinas Sosial (Dinsos) Jabar.

"Saya mau datangi mereka. Yang kami tawarkan antara lain fasilitas pusat di sini yang setiap hari diterima, kami siap laksanakan. Untuk tempat kami akan kasih tempat di Dinas Sosial di Cibabat (Kota Cimahi)," ujar Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat mendatangi para penyandang disabilitas di Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (15/1/2020).

Terkait dengan terusirnya sejumlah penyandang disabilitas dari Balai Wyata Guna, Uu mengatakan sudah ada sosialisasi terhadap mereka. Bahkan, kata Uu, sosialisasi dilakukan selama setahun ke belakang.

"Kami pihak pemerintah, pusat, provinsi, dan kota sudah berkolaborasi dan sudah melakukan tahapan sesuai dengan prosedur, bahkan melaksanakan tahapan itu. Waktunya hampir satu tahun. Komunikasi lancar, apa yang disampaikan oleh pemerintah sampai kepada mereka," kata Uu.

Namun Uu menyadari ada beberapa hal yang belum dikabulkan sehingga mereka bertahan dan membuat tenda darurat di trotoar depan gedung Wyata Guna.

"Tapi mungkin ada hal yang belum mereka kabulkan oleh kami, maka mereka seperti ini. Bukan kami nggak peduli, tapi kami sudah kasih tenggang, soal fasilitas kebutuhan mereka sudah dipenuhi," ujarnya.



Terusirnya para penyandang disabilitas ini berkaitan dengan aturan pemerintah yang mengubah fungsi Wyata Guna dari panti menjadi balai. Menurut Uu, pihak balai hanya menjalankan aturan tersebut.

"Tapi masalahnya ini kan anggaran negara. Kalau tidak sesuai dengan prosedur, berarti ada unsur korupsi. Maka kami berharap pada masyarakat harus pahami, bukan kami tidak peduli, justru kami peduli, tapi kami sudah lakukan tahapan," kata dia.

Sebelumnya, sejumlah penyandang disabilitas merasa terusir dari gedung Wyata Guna. Mereka pun mendirikan tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara.

Terusirnya mereka bermula dari Kemensos mengeluarkan Permensos Nomor 18 Tahun 2018 tentang organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis rehabilitasi sosial penyandang disabilitas di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial. Melalui permen tersebut, nomenklatur Wyata Guna yang asalnya berbentuk panti menjadi balai.

Perubahan itu berdampak terhadap pelayanan penghuni asrama yang selama ini menghuni Wyata Guna. Puluhan penyandang disabilitas netra bahkan telah diminta meninggalkan Wyata Guna sejak 21 Juli 2019.

Polemik itu ternyata tidak hanya memberi dampak negatif terhadap penghuni balai. Tapi juga terhadap SLBN A Kota Bandung yang berada dalam satu kawasan kompleks dengan Balai Wyata Guna yang terancam tergusur.

Apalagi surat permohonan hibah tanah dan bangunan untuk SLBN A Kota Bandung yang diajukan Gubernur Jabar ditolak oleh Menteri Sosial Agus Gumiwang. Dalam surat balasannya, Agus justru meminta agar Pemprov Jabar segera mencari lokasi pengganti dan memindahkan SLBN A Kota Bandung. (dir/ern)