Dua Warga Tasik Digigit Ular, Satu Korban Meninggal Dunia

Deden Rahadian - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 13:14 WIB
Foto: Deden Rahadian
Tasikmalaya - Dalam sepekan terakhir, RSUD DR Sukarjo Kota Tasikmalaya, Jawa Barat menerima dua pasien gigitan ular berbisa. Keduanya sempat mendapat penanganan medis di IGD, salahsatunya meninggal dunia.

"Benar sepekan terakhir ada dua warga terkena gigitan ular berbisa yang ditangani IGD," ujar dr Budi Tirmadi, Kabid pelayanan RSUD dr Sukarjo, Senin (13/01/20).

Pasien yang meninggal adalah Emuh, Aarga Singkup Purbaratu Kota Tasikmalaya. Korban digigit ular saat mencangkul di sawah.

Sementara satu korban lainnya, warga Kecamatan Bungursari yang identitasnya tidak dipublikasi lolos dari maut.

"Pasien asal purbaratu meninggal sabtu (11/01/20), korban ini digigitnya kamis, tapi dibawa ke RS baru sabtu. Jadi kita sempat beri vaksi anti bisa ular namun nyawanya tak tertolong, sudah menyebar di jaringan darah" tambah Budi.

Sementara pasien satu lagi, langsung mendapat penanganan medis usai digigit ular hingga racunnya bisa dinetralisir. Korban diperbolehkan pulang sambil kontrol.

"Satu lagi keburu ketolong kita berikan vaksim anti bisa ular" ucap Budi.

Pihak rumah sakit umum dr Sukarjo menyediakan serum untuk bisa ular berbisa. Selain khusus ular kobra, bisa untuk ular berbisa lain juga tersedia.

Penanganan tepat bagi korban gigitan ular berbisa akan menyelamatkan nyawanya. Kenali ciri ciri gigitan Ular berbisa pada tubuh.

Selain merasakan nyeri di bagian tubuh yang digigit, pembengkakan hingga kulit membiru terjadi di sekitar gigitan. Jika dibiarkan, jaringan darah di sekitar gigitan akan semakin rusak hingga bisa menjalan ke seluruh tubuh. Fase kematian bisa terjadi akibat organ tubuh yang vital terserang bisa ular.

"Diagnosa biasanya bengkak di bagian yang dipatuk, jaringan darah kemudian rusak di sekitar lokasi gigitan dan kalau menyebar basanya akan merusak jaringan darah hingga organ vital," pungkas Budi. (ern/ern)