Unak Anik Jabar

Cerita Kompleks GB dan Fungsi 'Tusuk Sate' di Gedung Sate

Mukhlis Dinillah - detikNews
Minggu, 12 Jan 2020 07:17 WIB
Gedung Sate (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)
Bandung - Gedung Sate berdiri kokoh di Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Bangunan bersejarah yang kini menjadi ikon Kota Kembang itu dibangun pada tahun 1920 dan selesai empat tahun kemudian saat pemerintahan Hindia Belanda.

Desain Gedung Sate merupakan karya arsitek J Berger. Gaya arsitektur Gedung Sate merupakan perpaduan wajah timur dan barat yang ditopang teknik konstruksi maju dari barat.

Gedung Sate merupakan satu bangunan bagian dari pembangunan kompleks pemerintahan yang dulunya disebut Gouvernement Bedrijven (GB). "Nama kompleks pemerintah itu diberi nama GB. Sedangkan Gedung Sate itu ya disebutnya kantor Departemen Pekerja Umum dan Pengairan," kata Edukator Museum Gesat Winda Putri Pratami kepada detikcom, Rabu 8 Januari 2020.


Namun, sayangnya kompleks pemerintahan itu gagal dibangun pemerintah Hindia Belanda karena krisis moneter pada 1930. Sehingga, hanya dua bangunan yang berhasil diselesaikan yaitu Gedung Sate dan Kantor Pos.

Winda menceritakan besi yang menyerupai tusuk sate di puncak gedung tersebut berfungsi sebagai penangkal petir. Sedangkan enam buah ornamen menyerupai jambu air di 'tusuk sate' itu terbuat dari perunggu.

"Itu (enam ornamen) melambangkan waktu membangun Gedung Sate. Pemerintah Hindia-Belanda menghabiskan 6 juta gulden atau setara Rp 45 miliar pada tahun itu," tutur Winda.
Selanjutnya
Halaman
1 2