Unak Anik Jabar

Mengapa Ikan Marlin Jadi Maskot Pangandaran?

Faisal Amiruddin - detikNews
Jumat, 10 Jan 2020 08:23 WIB
Foto: Faisal Amiruddin
Pangandaran - Kabupaten Pangandaran terus bebenah infrastruktur publik dalam beberapa tahun terakhir. Satu hal yang menarik, fasilitas-fasilitas publik di Pangandaran selalu tak lepas dari kehadiran sosok ikan marlin biru. Patung ikan marlin itu dipasang hampir di semua taman atau kantor pemerintahan di Pangandaran.

Mengapa sosok ikan itu yang dipilih untuk mewakili Kabupaten Pangandaran? Padahal ikan marlin bukan ikan khas Pangandaran. Ikan itu juga relatif jarang didapat oleh nelayan di perairan wilayah Pangandaran.

"Ada sebuah spirit filosofis dari ikan marlin tersebut. Walaupun memang belum tertuang atau dikukuhkan dalam sebuah keputusan berpayung hukum," kata Aceng Hasim, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, kepada detikcom belum lama ini.

Aceng menjelaskan ikan marlin biru atau blue marlin merupakan ikan predator yang hidup mandiri. Fakta ini diharapkan menjadi spirit bahwa Kabupaten Pangandaran mampu menjadi daerah otonom baru yang mandiri dengan masyarakatnya yang mampu berdikari secara ekonomi.

Ikan bernama latin Makaira Mazara ini juga jenis ikan perenang cepat. Kecepatannya saat "berlari" di lautan konon bisa mencapai 100 km/jam, bahkan ikan ini pun sering meloncat-loncat ke permukaan air.

"Lincah dan gesit, spiritnya Pangandaran pun harus bisa bergerak cepat mensejajarkan diri bahkan lebih unggul dari daerah lain yang sudah lama berdiri. Kabupaten Pangandaran pun harus bisa melakukan lompatan-lompatan capaian pembangunan dengan program inovatif," papar Aceng.

Namun demikian dia mengatakan spirit filosofis yang bagus dari ikan marlin itu idealnya tertuang lewat sebuah produk hukum. "Kalau perlu masuk saja di logo resmi pemerintah Kabupaten Pangandaran. Atau paling tidak dijadikan maskot resmi. Nah sebelumnya kita lakukan kajian filosofis yang disepakati bersama," kata Aceng.

Sementara itu menurut Bani Sabaeni, salah seorang nelayan Pangandaran, selain lincah dan gesit, ikan marlin pun berbahaya ketika ditangkap. Hal itu karena paruhnya yang tajam. Jika tak cermat saat menangkapnya, paruh tajam yang mirip tombak itu bisa menancap di tubuh.

"Akibatnya bisa fatal. Ketika diangkat ke perahu harus paruhnya dulu yang dipegang, diamankan dulu. Kalau tidak, takutnya dia meronta, paruhnya menusuk badan, bahaya," kata Bani.

Bani memaparkan bagi nelayan atau pehobi mancing, bisa mendapatkan ikan marlin adalah kebanggaan dan memberikan pengalaman memancing yang luar biasa. Karena saat terpancing, ikan ini akan memberikan perlawanan yang luar biasa. Bergerak cepat ke segala arah hingga meloncat-loncat ke permukaan.

"Istilahnya ikan idaman para pemancing. Saya pernah dulu strike marlin satu kali. Padahal ukurannya sebesar paha, tergolong masih kecil sih, Hampir satu jam saya tarik ulur, sebelum akhirnya dia menyerah," katanya.

(ern/ern)