Dugaan Gratifikasi Pelantikan Sekda Tasikmalaya Dilaporkan ke Kejaksaan

Deden Rahadian - detikNews
Senin, 06 Jan 2020 15:37 WIB
Foto: Deden Rahadian
Tasikmalaya - Transparansi Institut Tasikmalaya melaporkan dugaan gratifikasi dan suap dalam pelantikan Sekretaris Daerah Tasikmalaya Muhammad Zein, Jumat (27/12/19) lalu. Didampingi belasan anggota, kordinator Transparansi Institut Tasikmalaya, Jamaludin mendatangi Kejaksaan Negeri Tasikmalaya, senin siang (6/1/2021).

Mereka membawa bukti berupa foto, dokumen serta data tertulis dugaan suap dan gratifikasi pelantikan Sekda Kabupaten Tasikmalaya. Dokumen diterima Feby Gumilang, Kasie Perdata dan Tata Usaha Negara, Kejaksaan Negeri Tasikmalaya.

"Hari ini kita datang lagi ke kejaksaan, tindak lanjuti aksi pekan lalu, kita laporkan dugaan suap dan gratifikasi pelantikan Sekda," ujar Jamaludin, Kordinator Transparansi Institute.

Sedikitnya, dua poin yang dilaporkan Transfaransi Institut Tasikmalaya terkait pelantikan Sekda. Pertama, dugaan pemberian gratifikasi oleh istri calon sekretaris daerah terhadap istri bupati Tasikmalaya berupa umroh. Kedua, dugaan suap pemberian dua kendaraan sebelum pelantikan Sekretaris Daerah.

"Kedua adanya dugaan suap dua buah mobil, yang kita indikasikan juga hasil penjualan mobil dinas mantan sekda Abdul Kodir yang terjerat kasus bansos," tambah Jamaludin.

Sementara itu, Kejaksaan negeri Tasikmalaya mengaku akan mendalami pelaporan Transfaransi Institute.

"Beberapa hal yang disampaikan indikasi korupsi suap dalam pengangkatan Sekda. Ada gratifikasi dan hadiah dari calon sekda. Kita dalami," ujar Feby Gumilang, Kasie Perdata dan Tata Usaha Negara. (ern/ern)