1.000 Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu, Dewan Minta Ridwan Kamil Turun Tangan

Mukhlis Dinillah - detikNews
Senin, 06 Jan 2020 14:59 WIB
Foto: Grandyos Zafna
Bandung - Anggota Komisi I DPRD Jabar Abdy Yuhana menyoroti masih banyaknya perlintasan kereta api tak berpalang pintu yang membahayakan masyarakat. Ia mendorong pemerintah untuk mencari solusi persoalan tersebut.

Abdy memperkirakan saat ini ada 1.000 an perlintasan sebidang kereta api tanpa palang pintu di Jabar. Akibatnya, hampir setiap tahun selalu memakan korban jiwa.

"Celakanya itu kita melihat suatu hal yang biasa, sementara banyak korban jiwa yang berjatuhan oleh lintasan yang tidak berpalang pintu," kata Abdy di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (6/1/2020).

Politisi PDIP ini menyebut penyediaan palang pintu di pelintasan kereta api bukan hanya tugas PT KAI saja, melainkan pemerintah. Sehingga, pemerintah seharusnya ikut bertanggungjawab.

Ia mengaku sudah pernah menyuarakan ketiadaan ribuan palang pintu di Jabar kepada PT KAI, namun tak direspons. Ia juga sudah menyampaikan keresahan ini ke Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam forum resmi.

"Dalam pandangan umum terkait dengan APBD provinsi Jabar kami fraksi PDI Perjuangan juga mendorong agar ada anggaran dari pemerintah provinsi Jabar untuk palang pintu," ungkap dia.

"Jawaban RK pada saat pandangan gubernur terhadap fraksi-fraksi itu mengatakan bahwa jalan provinsi sudah semua ada palang pintu kereta api, tapi faktanya ada juga di beberapa daerah di Indramayu jalan provinsi yang tidak ada palang pintunya, contohnya di daerah Terisi," bebernya.

Menurutnya membangun fasilitas palang pintu tidak terlalu membutuhkan biaya besar dibandingkan dengan keselamatan masyarakat. Selain APBD, pemerintah bisa menggunakan CSR pihak swasta untuk merealisasikan hal tersebut.

"Tidak harus semua dibangun tahun ini misalnya, bisa bertahap yang penting ada upaya dari pemerintah menyelamatkan warganya. Jangan ada proses pembiaran oleh pemerintah daerah, yang setiap tahun kita hanya bisa prihatin terhadap korban jiwa," ujar Abdy. (mud/ern)