Round-up

Insiden Angkat Tangan Haddad Alwi dan Tudingan Syiah

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 29 Des 2019 08:37 WIB
Foto: istimewa
Sukabumi - Sepekan kemarin, Sukabumi mendapat sorotan soal intoleransi akibat tudingan Syiah yang dialamatkan pada penyanyi religi Haddad Alwi saat acara haul ke-8 Habib Abdullah bin Zein Alatas di Kampung Cikurutug, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, 18 Desember lalu.

Gaya mengangkat tangan saat selawat Haddad dianggap merupakan simbol-simbol tertentu yang mengarah kepada Syiah. Sehingga penceramah yang diundang di acara itu meminta Haddad turun dari panggung.

Muannas Alaidid, yang ditunjuk sebagai pengacara Haddad Alwi, menyebut saat itu kliennya diundang untuk membacakan selawat.

"Sebetulnya hanya membacakan selawat, bukan mengisi ceramah saat berada di Sukabumi, 16 Desember 2019, di mana tiba-tiba diturunkan paksa dalam acara itu," ujar Muannas dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (20/12/2019).

Ketua Umum Cyber Indonesia ini meminta polisi turun tangan. Muannas, yang juga sebagai pelapor di kasus Buni Yani dan Jonru serta Ratna Sarumpaet, meminta polisi mengusut pelaku persekusi tersebut.

Polisi kemudian turun tangan, sejumlah saksi dimintai keterangan terkait peristiwa itu termasuk pembawa acara dalam acara haul. Saat itu Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo mengaku belum bisa memberikan keterangan berkaitan dugaan Haddad Alwi diusir. Menurut dia, pihaknya masih menunggu keterangan lengkap saksi-saksi, antara lain Habib Hasan, panitia haul.

"Kita tunggu keterangan ketua panitianya, biar semuanya lengkap tidak sepotong-sepotong," kata Wisnu.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3