Misteri Kematian Pelayan Warteg Cirebon Terungkap

Misteri Kematian Pelayan Warteg Cirebon Terungkap

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 27 Des 2019 17:28 WIB
Misteri Kematian Pelayan Warteg Cirebon Terungkap
Foto: Sudirman Wamad
Bandung - Nur (35), seorang pelayan warteg Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah pada Selasa (24/12/2019) malam. Warteg tempat Nur bekerja dipenuhi ceceran darah.

Tujuh orang saksi, termasuk keluarga Nur diperiksa polisi. Petugas langsung membawa jasad Nur ke salah satu rumah sakit di Kota Bandung, Jawa Barat, untuk diautopsi. Hasilnya, Nur tewas akibat penyakit tuberkulosis kronis. Misteri kematian pelayan warteg pun terungkap.

"Ditemukan fakta bahwa barang berharga milik korban, seperti dompet, handphone, uang tunai dan motor masih dalam keadaan utuh. Faktor penyebab kematian almarhum adalah karena tuberkulosis kronis," kata Kapolresta Cirebon AKBP M Syahuddi kepada awak media saat pers rilis di Mapolresta Cirebon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (27/12/2019).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari hasil autopsi, Syahduddi menerangkan Nur mengalami pendarahan luar biasa. Darah memenuhi bagian paru-paru, hidung dan kerongkongan. Sementara itu, lanjut dia, dokter tak menemukan adanya luka akibat benda tumpul atau tajam.

"Almarhum sempat mengalami pendarahan. Di bagian dapur dan ruang tengah kita temukan darah. Saat ditemukan juga banyak darah di bagian mulut dan hidung," katanya.

Di tempat yang sama, suami Nur, Waita (46) membenarkan tentang riwayat penyakit Nur. Menurut Waita, Nur menderita penyakit tuberkulosis sekitar empat tahun. Nur menolak untuk berobat.

"Pakainya obat warung saja. Menolak kalau diajak berobat," kata Waita.

Senada disampaikan Muhidin (43), kakak kandung Nur sekaligus pemilik warteg. "Ya sering mimisan dan batuk-batuk," kata Muhidin.

Nur juga kerap mengeluhkan rasa sakit pada bagian dada dan perut. Namun Nur selalu menolak saat diminta berobat. Saat kejadian, Nur inisiatif datang ke warteg. Saat itu, Warteg dalam kondisi sepi.

"Menolak (berobat) alasannya sayang sama uang, karena kepakai untuk kebutuhan lain. Pas kejadian kebetulan lagi sendiri, muntah darah di situ," kata Muhidin. (ern/Erna Mardiana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads