Jelang Panen Raya, Bulog Jabar Maksimalkan Penyaluran Beras

Sudirman Wamad - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 15:36 WIB
Foto: Sudirman Wamad
Cirebon - Ketersedian beras di Perum Bulog Jawa Barat sebanyak 100 ribu ton. Bulog terus berupaya menyalurkan beras yang masih tersimpan di gudang untuk mengantisipasi adanya penumpukan.
Selain itu, penyaluran beras juga dilakukan untuk menjaga harga beras. Sebab, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jawa Barat Benhur Ngkaimi mengatakan pada Maret dan April 2020 bakal ada panen raya.
"Panen raya nanti kita serap sekitar 200 ribu ton. Stok saat ini masih 100 ribu ton. Untuk Cirebon penyaluran itu setiap bulan 1.500 ton, artinya masih bisa menyalurkan selama enam bulan kedepan," kata Benhur kepada awak media di Kantor Perum Bulog Cabang Cirebon, Jawa Barat, Kamis (26/12/2019).
Benhur mengatakan saat ini stok beras yang ada di gudang disalurkan untuk Bantuan Penerima Non Tunai (BPNT). Namun hanya 30 persen dari bantuan yang disalurkan. Sisanya, untuk mengoptimalkan penyaluran. Bulog bekerjasama dengan BUMN dan Bank Jawa Barat (BJB).
"Kita juga kerja sama dengan karyawan BUMN untuk penyaluran. Terus dengan BJB. Kami coba untuk yang membutuhkan, semuanya butuh pangan. Permintaanya tergantung konsumen, ada beras premium atau medium," ucapnya.
Benhur juga tengah berupaya untuk memperbaiki kualitas beras yang disalurkan. Benhur tak menampik masih adanya keluhan terkait kualitas beras yang disalurkan melalui BPNT.
"Kalau BPNT kan kami hanya 30 persen, 70 persennya kan yang lain. Kalau 100 persen dari kami, kami siap bertanggung jawab," kata Behnur.
Di tempat yang sama, anggota DPR RI Komisi IV Ono Surono mengatakan akan mengevaluasi tentang penyaluran beras BPNT yang masih menuai kritik. "Bulog kan 30 persen, 70 persennya itu bukan dari Bulog. Ini kritik, kita komitmen untuk terus memperbaiki," katanya.
Politisi PDI Perjuangan itu mendukung agar Bulog bisa menjadi penyalur atau pemasok sepenuhnya untuk BPNT. Agar, lanjut dia, kontrol terhadap penyaluran bisa dilakukan sepenuhnya oleh Bulog.
"Nanti kan bisa ada standar premium dan medium. Bulog sudah membuat. Jadi, Bulog itu kedepannya tak hanya menyerap gabah petani, tapi bisa juga mendistribusikan secara maksimal," katanya.


(ern/ern)