Salat Gerhana, Oded: Mudah-mudahan Berkah Turun

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 14:16 WIB
Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Wali Kota Bandung Oded M Danial melakukan salat gerhana habis zuhur berjamaah. Oded menilai salat berjamaah sebagai bentuk rasa syukur terhadap Allah.

Oded melakukan salat berjamaah di Masjid Al Ukhuwah, Jalan Wastukencana, Kota Bandung pada Kamis (26/12/2019) siang. Salat berjamaah itu pun turut diikuti sejumlah ASN Pemkot Bandung dan warga umum.

Salat gerhana dilakukan setelah salat dzuhur. Salat gerhana dua rakaat itu dilakukan secara khusyuk. Salat dipimpin oleh imam Drs. H. Sa'ud Effendi. Gema takbir berkumandang sebelum dan setelah salat berjamaah.

"Salat ini merupakan dalam hadis disampaikan sesungguhnya bulan dan matahari merupakan dua kekuasaan Allah SWT. Matahari dan bulan ini merupakan bagian kekuasaan Allah, tanda-tandanya. Ini merupakan dua planet yang hidupi manusia," ucap Oded usai salat berjamaah.

Oded mengatakan salat berjamaah saat adanya gerhana matahari ini juga sebagaimana sabda rasulullah yang menyarankan melaksanakan takbir dan salat berjamaah. Menurut dia, salat merupakan bentuk rasa bersyukur umat manusia kepada Allah.

"Mudah-mudahan dengan masuk masjid dan salat gerhana matahari, ini bagian bersyukur kepada Allah SWT dan bentuk ketabahan kita ke Allah. Mudah-mudahan keberkahan Allah turun," tuturnya.

Salat Gerhana, Oded: Mudah-mudahan Berkah TurunFoto: Dony Indra Ramadhan

Selain di Masjid Al Ukhuwah, sambung Oded, pihaknya sudah menginstruksikan seluruh masjid di Bandung untuk menggelar salat berjamaah yang diikuti warga sekitar.

"Ya (beri instruksi) kita ke seluruh masjid di Kota Bandung melaksanakan serentak. Karena gerhana ini kan jarang terjadi, merupakan bagian indikasi karena kekuasaan Allah tentu kita harus bersukur. Bayangkan kalau nggak ada matahari bagaimana. Itulah Allah mengatakan dalam Al Qur'an, Allah ciptakan planet pada porosnya masing-masing. Kalau ada yang keluar dari porosnya aja, kiamat," kata dia.

Seperti diketahui, Gerhana matahari cincin menyambangi Indonesia di akhir tahun 2019. Ada 7 provinsi yang dilewati Gerhana matahari cincin.

Gerhana matahari cincin bisa dilihat di sejumlah wilayah Indonesia hari ini, Kamis (26/12/2019). Sebagai penjelasan, gerhana matahari cincin adalah peristiwa terhalangnya hampir semua bagian tengah piringan matahari oleh piringan bulan. Saat puncak gerhana, matahari yang terlihat dari bumi akan tampak seperti cincin.

Ada lima fase gerhana matahari, yaitu saat kontak awal, kontak kedua, puncak gerhana, kontak ketiga, dan kontak akhir gerhana.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis 25 kota/kabupaten di 7 provinsi yang disambangi gerhana matahari cincin beserta perkiraan waktu puncak gerhana. Berikut ini daftarnya:

1. Aceh (Sinabang 11.55 WIB, Singkil 12.00 WIB)
2. Sumatera Utara (Sibolga, Pandan, Tarutung 12.04 WIB; Padang Sidempuan, Sipirok 12.06 WIB; Gunung Tua 12.07 WIB, Sibuhuan 12.08 WIB)
3. Riau (Pasir Pengaraian 12.10 WIB, Dumai 12.14 WIB, Bengkali dan Siak Sri Indrapura 12.16 WIB; Selat Panjang 12.19 WIB)
4. Kepulauan Riau (Tanjung Pinang 12.26 WIB, Tanjung Balai Karimun 12.21 WIB, Batam 12.24 WIB, Bandar Seri Bentan 12.26 WIB)
5. Kalimantan Barat (Mempawah dan Singkawang 12.42 WIB, Sambas 12.43 WIB, Bengkayang 12.42 WIB, Putussibau 12.55 WIB)
6. Kalimantan Timur (Tanjungredep 13.10 WIB)
7. Kalimantan Utara (Tanjungselor 13.10 WIB)

Durasi cincin terlama di Selat Panjang selama 3 menit 40 detik. Sedangkan durasi gerhana terlama di Bengkalis selama 3 jam 51 menit 24,7 detik. (dir/ern)