Kaleidoskop 2019

Heboh Seks Menyimpang di Garut: Ritual Bugil, Belasan Bocah Main Dodombaan

Hakim Ghani - detikNews
Rabu, 25 Des 2019 19:37 WIB
Foto: iStock
Garut - Beragam kasus seksual menyimpang terjadi di Kabupaten Garut sepanjang tahun 2019.

Kasus-kasus tersebut sangat menyita perhatian publik lantaran kegiatan seks yang dilakukan melanggar dan tidak lazim dilakukan oleh umumnya manusia.

Detikcom merangkum, setidaknya ada empat kasus seks menghebohkan yang terjadi sepanjang tahun 2019 di Garut.

Belasan Anak Ketagihan Seks Menyimpang

Pada bulan April 2019, masyarakat Garut digegerkan dengan adanya kasus belasan anak yang kecanduan seks menyimpang.

Kasus tersebut terungkap setelah sejumlah orang tua bocah dan sesepuh kampung melapor ke Polisi. Mereka melaporkan aktivitas tak biasa yang dilakukan anak-anak mereka.

Dari penyelidikan polisi, ditemukan adanya penyimpangan seksual yang dilakukan oleh anak-anak tersebut.

Menurut salah seorang warga, belasan bocah yang kecanduan seks menyimpang tersebut berusia sekitar 7 hingga 12 tahun. Penyimpangan seksual yang dilakukan bocah-bocah itu terjadi setelah mereka dipertontonkan video porno oleh seorang anak.

"Jadi selepas bermain bola ada salah satu anak yang membawa hp android, kemudian nonton bersama," ujar SH (35) sesepuh kampung yang ikut melapor ke polisi kepada wartawan di Polres Garut, Jumat (12/4/2019).

Polisi sendiri kemudian menyimpulkan kegiatan seks menyimpang tersebut benar-benar dilakukan oleh 19 bocah lelaki dan perempuan itu. Namun, menurut keterangan polisi, anak-anak tersebut tidak menyadari bahwa mereka melakukan seks menyimpang.

"Motifnya kalau dari hasil pemeriksaan para psikolog, termasuk yang dari Polda, itu tidak ditemukan adanya birahi yang tertuang dalam kegiatan tersebut. Hanya bermain saja," ujar Kasat Reskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng kepada wartawan Kamis (24/04/2019).

Menurut polisi, anak-anak tersebut menyebut kegiatan seks menyimpang dengan permainan dodombaan.

"Jadi, hal itu (seks) hanya merasa sebuah permainan yang sering mereka sebut sebagai dodombaan," katanya.

Pascamunculnya kasus tersebut, beberapa pemerhati anak langsung turun tangan. Tim Psikolog Polda Jabar sempat beberapa kali melakukan hipnoterapi kepada bocah-bocah tersebut.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3