Menko PMK: Perang Melawan Stunting Itu Mutlak

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Sabtu, 21 Des 2019 15:00 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Pemerintah gencar memerangi stunting. Hal ini dilakukan agar sumber daya manusia (SDM) Indonesia di usia kerja lebih produktif.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan berdasarkan survei menunjukkan bahwa 27,4 persen balita di Indonesia mengalami stunting. Sementara dari data bank dunia, dari 196 juta usia kerja, 54 persennya pernah mengalami stunting.

"Jadi 196 juta usia kerja itu adalah yang 54 persen pernah mengalami stunting yaitu pada masa balita, dalam kandungan, mengalami stunting. Dengan begitu kenapa SDM kita rendah, itu salah satunya karena 54 persennya mantan stunting," ucap Muhadjir saat berbicara dalam acara peringatan hari ibu di Kampus Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas), Jalan Sumatera, Kota Bandung, Sabtu (21/12/2019).


Muhadjir mengatakan persoalan stunting perlu disikapi secara serius. Sebab, kata dia, bila sudah mengalami stunting pada usia balita, sulit untuk dioptimalkan menjadi SDM yang produktif.

"Jadi kalau sudah stunting, sudah tidak bisa dioptimalkan betul. Oleh karena itu, perang melawan stunting itu mutlak. Karena itu, presiden mematok 2024 harus 14 persen dari 27 harus turun. Ini memang pekerjaan yang sangat berat," kata dia.


Menurut Muhadjir, salah satu upaya guna mencegah stunting ini dilakukan pemerintah dengan memberikan bimbingan pranikah. Bimbingan ini, sambung dia, dilakukan bukan hanya untuk bimbingan keagamaan dan ekonomi calon keluarga, melainkan masalah reproduksi guna mencegah stunting.

"Calon rumah tangga baru harus diberi bekal, bukan hanya keagamaan tapi tentang kesehatan reproduksi menghindari generasi yang hilang ya. Itu begitu anak stunting, begitu usia produktif jadi tidak produktif, kalau tidak produktif artinya konsumtif, artinya sudah menjadi beban. Itulah makanya yang utamakan tentang kesehatan reproduksi," tutur Muhadjir.




Tonton juga video Masih Mendalami, Muhadjir Belum Bisa Janjikan Apapun sebagai Menko PMK:

[Gambas:Video 20detik]



(dir/bbn)