Kunjungi Dubai, Ridwan Kamil Jualan Segitiga Rebana ke Investor

Mukhlis Dinillah - detikNews
Rabu, 18 Des 2019 16:08 WIB
Foto: Dok. Pemprov Jabar
Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil menawarkan kawasan Segitiga Rebana (Patimban, Kertajati, Cirebon) ke pengusaha di Uni Emirat Arab (UEA). Ia berharap investor asal Dubai tertarik mengembangkan kota baru di Segitiga Rebana.

Emil sapaan Ridwan Kamil mendampingi Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan roadshow di Dubai untuk menjaring investor. Terutama untuk pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru kawasan Utara Jabar tersebut.


Ia mengaku sangat fokus menjaring investor untuk Segitiga Rebana. Sebab, sambung dia, Kawasan Rebana menjadi satu-satunya kunci agar perekonomian Jabar bisa kembali tumbuh cepat hingga 9 persen.

"Kemana pun saya pergi, yang pertama saya tawarkan sebagai gubernur Jawa Barat pada investor ialah Kawasan Rebana ini," kata Emil dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (18/12/2019).

Ia mengaku menawarkan kawasan Rebana khususnya Patimban ke sejumlah pengembang seperti DP World, RW Amstrong, Trustworthy, hingga Al Khoory Grup. Pengembangannya tidak hanya kawasan industri, tetapi sektor pariwisata.

"Kami ingin membangun kota yang bukan saja pusat industri, tapi juga bisa menarik wisatawan. Sama seperti Dubai, kita bisa melihat begitu banyak kawasan industri lengkap dengan logistiknya, tapi pada saat yang sama tetap memiliki daya tarik wisata yang tinggi," jelas dia.


Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat yang juga ikut dalam kunjungan kali ini berkomitmen membantu kemudahan untuk investor dari sisi regulasi.

"Jadi upaya menarik investasi ini kan tujuan utamanya untuk memutar perekonomian dan akhirnya rakyat juga yang Makmur. Nah, jika diperlukan DPRD bisa saja membantu dari segi regulasi misalnya," tutur Taufik.

Segitiga Rebana tercatat merupakan kawasan segitiga yang diapit, pelabuhan Patimban di Subang, Bandara Kertajati di Majalengka, dan Kereta api di Cirebon. Kawasan ini juga dilintasi jalur tol trans jawa. Ketiga wilayah tersebut berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).




Tonton juga video Ridwan Kamil Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD, Ini Alasannya:

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)