ADVERTISEMENT

Mahasiswa Desak Kejaksaan Tuntaskan Kasus Korupsi di Ciamis

Dadang Hermansyah - detikNews
Rabu, 18 Des 2019 15:50 WIB
Demonstran menggelar unjuk rasa di Kejari Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Ciamis - Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ciamis menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Ciamis, Rabu (18/12/2019). Demonstrasi ini berkaitan refleksi hari antikorupsi. Mahasiswa mendesak Kejari Ciamis menyelesaikan kasus korupsi yang sedang ditangani.

Puluhan demonstran ini berkumpul di Taman Lokasana, lalu berjalan kaki ke kantor Kejari Ciamis. Para pedemo tersebut mendapat pengawalan ketat personel TNI-Polri. Meski sempat ada saling dorong, aksi berjalan lancar dan aman.

Dalam orasinya, mahasiswa menilai masih ada sejumlah kasus korupsi yang belum tuntas ditangani Kejari Ciamis. Kasus tersebut yakni kasus finger print di tiga instansi, revitalisasi Alun-alun, retribusi Situ Lengkong dan kasus Balai Benih Ikan (BBI).


Koordinator Aksi Dede Aos Firdaus mengingatkan kepada Kejari Ciamis sebagai penegak hukum jangan tebang pilih menyelesaikan perkara korupsi. Mahasiswa mengajukan sejumlah tuntutan kepada Kejari Ciamis.

"Kejari Ciamis segera menyelesaikan perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani. Harus memublikasikan, baik yang sedang ditangani, maupun yang sudah ditangani," ujar Aos.

Mahasiswa meminta kejaksaan harus mampu menjalankan peran dan fungsinya sebagai lembaga penegak hukum. "Kejaksaan harus berani dan berkomitmen agar jangan sampai terjadi KKN di tubuh Kejaksaan Negeri Ciamis. Bila tidak dikabulkan kami akan audiensi ke Kejagung dan menuntut Kepala Kejari Ciamis mundur dari jabatannya," tutur Aos.

Kepala Kejari Ciamis Sri Respatini merespons positif aspirasi yang disuarakan mahasiswa. "Saya apresiasi dan mengucapkan terima kasih telah bisa memperingati hari antikorupsi dan mengingatkan saya," ucapnya.


Menurutnya, saat ini Kejari Ciamis menangani beberapa kasus dugaan korupsi, salah satunya kasus KPUD Pangandaran yang sudah masuk persidangan. Sedangkan kasus lainnya, kata dia, untuk finger print dan retribusi Situ Lengkong dalam tahap klarifikasi untuk penghitungan kerugian negara dari BPKP.

"Kami benar-benar menjalankan menyelesaikan kasus tindak perkara korupsi yang ada di Ciamis. Kami tidak akan tebang pilih dan menjamin tidak ada KKN," ujar Sri.



Tonton juga video 4 Tahun Terakhir, KPK Ciduk 327 Tersangka Korupsi Lewat 87 OTT:

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/bbn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT