20 Keramba Jaring Apung di Cianjur Porak Poranda Diterjang Bah

Ikbal Selamet - detikNews
Senin, 16 Des 2019 11:32 WIB
Keramba Jaring Apung (KJA) di kawasan Jangari Cianjur rusak parah akibat terjangan bah dari aliran Sungai Cisokan. (Foto: DOK.UPTD Pengembangan Perikanan Perairan Umum Cianjur)

Insiden air meluap deras itu, menurut Hendra, terjadi setiap tahun terutama saat memasuki musim hujan. Bahkan pada tahun lalu, tepatnya sebelum penertiban KJA oleh satgas Citarum Harum, ada lebih 100 KJA yang terkena dampak dari kejadian serupa. Sebab pada 2018, jumlah KJA masih banyak, termasuk di pintu masuk aliran sungai ke waduk.

"Kejadian di peralihan musim tahun ini lebih sedikit, karena sebagian KJA sudah ditertibkan. Tapi bisa saja bertambah, mengingat masih ada KJA di pintu masuk air ditambah curah hujan cukup tinggi beberapa hari terakhir," tutur Hendra.


Pintu masuk sungai ke Waduk Jangari saat ini masih terhalang sampah dan KJA yang rusak. Para petani mengkhawatirkan luapan air kembali terjadi, terlebih hujan deras terus mengguyur setiap harinya.

Kepala UPTD Pengembangan Perikanan Perairan Umum Cianjur Budi Prayatna membenarkan insiden tersebut. Namun terkait penanganan KJA yang rusak, biasanya para petani akan membereskan sendiri kerambanya.

"Kalau tidak, nanti dari Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC) yang akan turun ke lapangan," ucap Budi.
Halaman

(bbn/bbn)