Pelajar-Seniman Cirebon Sampaikan Pesan Perdamaian Lewat Drama Musikal

Sudirman Wamad - detikNews
Minggu, 15 Des 2019 15:37 WIB
(Foto: Sudirman Wamad) Kemeriahan drama musikan di atas kapal tongkang
Cirebon - Seribuan pelajar dan seniman menggelar pertunjukan drama musikal luar biasa di Pelabuhan Muara Jati Cirebon, Kota Cirebon, Jawa Barat. Uniknya, panggung utama pertunjukan drama musikal itu di atas tongkang.

Untuk pertama kalinya pertunjukan kesenian digelar di pelabuhan. Drama musikal itu bertema tentang pluralisme. Ya, namanya konser kebhinekaan suluh nusantara.

Konser kebhinekaan suluh nusantara menonjolkan pesan perdamaian. Konser yang digagas Yayasan Santo Dominikus Cirebon itu digelar Sabtu (14/12/2019) malam kemarin. Konser dibuka oleh ratusan pelajar yang menari sembari membawa bendera warna-warni. Kemudian disambut dengan macapat dari pelajar yang berada di atas tongkang.

Tak hanya itu, ada salah satu adegan yang menunjukkan bahwa pelabuhan merupakan tempat bertemunya ragam suku, budaya, agama dan lainnya. Perahu nelayan kecil yang diset dalam pertunjukan bersandar, kemudian sejumlah orang dari berbagai negara, India, China dan Arab turun dari perahu dan menjelajah Cirebon. Konser ditutup dengan parade anak-anak TK dan pelajar Santa Maria yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.

Sutradara konser kebhinekaan suluh nusantara Dedi Kampleng menjelaskan alasan dipilihnya Pelabuhan Muara Jati Cirebon sebagai tempat pertunjukan. "Dulu bangsa-bangsa di dunia hadir dan menginjakan kaki pertamanya di Cirebon, melalui pelabuhan ini. Ada Chine, India, Arab, Eropa dan lainnya. Cirebon, sudah sejak dulu bhineka," kata Kampleng kepada awak media usai konser.

Lebih lanjut, Kampleng menyebutkan sebanyak 1.865 pelajar dan seniman dilibatkan dalam pertunjukan tersebut. Ia menerangkan 1.865 orang dilibatkan itu disesuaikan dengan tahun berdirinya mercusuar pelabuhan 1865.

Kampleng mengatakan konser suluh nusantara sebagai media untuk menyampaikan pesan perdamaian. Ia juga ingin menunjukkan bahwa Cirebon selalu merawat kerukunan.

"1.300 pelajar Santa Maria, ditambah ratusan seniman nusantara. Totalnya ada 1.865 orang yang kita libatkan dalam pertunjukan. Suluh itu memiliki makna sebagai penerang kecil bagi perdamaian. Kami mengemasnya dalam bentuk kolase-kolase peristiwa kebhinekaan," kata Kampleng.

Sementara itu, salah seorang siswa SMA Santa Maria, Michel mengaku senang bisa berkontribusi dalam konser yang disutradarai Dedi Kampleng itu. Michel mendapatkan kepercayaan sebagai penari.

Michel mengaku selalu antusias saat latihan. Sebab, lanjut Michel, konser kebhinekaan suluh nusantara menyampaikan pesan perdamaian untuk Indonesia. "Saya berharap Indonesia ke depannya lebih maju, makin bersatu, rukun dan bisa saling mengayomi satu sama lainnya," kata Michel.
(mud/mud)