Dewan Minta Pemkot Lelang Ulang Proyek Rumah Deret Tamansari

Mochamad Solehudin - detikNews
Sabtu, 14 Des 2019 18:12 WIB
Foto: Mochamad Solehudin
Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - PT Sartonia Agung selaku pemenang tender pembangunan rumah deret Tamansari, Kota Bandung masuk dalam daftar hitam aktif Lembaga Kebijakan dan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Dewan meminta Pemkot Bandung mengevaluasi kembali perusahaan tersebut.

Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung Aan Andi Purnama menyatakan, masuknya PT Sartonia Agung dalam daftar hitam LKPP perlu menjadi perhatian Pemkot Bandung. Hal itu mengindikasikan kinerja yang kurang baik dari perusahaan itu.

"Memang aturan tidak masalah. Tapi ini awal pembangunan. Artinya ini harus jadi catatan, bahwa memang (PT Sartonia Agung) tidak profesional. Apalagi dijelaskan dalam LKPP (kesalahannya) tidak menyelesaikan pekerjaan," ucapnya, saat dihubungi, Sabtu (14/12/2019).

Menurut dia, Pemkot Bandung perlu mencermati sanksi yang dijatuhkan LKPP ke perusahaan kontruksi yang bermarkas di Jakarta Pusat itu. Jangan sampai pelaksanaan pembangunan rumah deret Tamansari justru terhambat akibat ketidakprofesionalan pihak kontraktor.

"Harus jadi masukan ke Pemkot. Karena ini jadi catatan, nanti (khawatir) berdampak," ucapnya.

Aan meminta Pemkot Bandung untuk mengevaluasi kontrak kerjasama dengan PT Sartonia. Dia menyarankan lelang ulang apabila memang terdapat ruang untuk melakukan hal itu.

"Evaluasi dulu yang menyebabkan catatan hitam itu kan fatal. Kalau di LKPP menyalahi kontrak tidak menyelesaikan artinya tidak profesional. Kemudian Pemkot jalin kerjasama harusnya evaluasi lagi. Kita belum tahu kontrak kedua belah pihak bisa dilakukan evaluasi. Kalau bisa lebih baik evaluasi dan lelang ulang," ucapnya.

Dia juga memilih untuk menunda terlebih dulu pelaksanaan pembangunan rumah deret Tamansari. Daripada melanjutkan pembangunan tapi hasilnya tidak maksimal.

"Mending terlambat daripada menjadi tidak baik. Dengan masuknya perusahaan tersebut ke dalam daftar hitam jadi tidak yakin. Dipertanyakan profesionalismenya. Soal hasil pembangunan, keamanan gedung apalagi akan dimanfaatkan masyarakat," ucapnya.

Aan juga menyoroti proses pengamanan aset yang dilakukan Pemkot dan berakhir ricuh. Dia menduga ada informasi yang belum tersampaikan secara jelas kepada masyarakat terdampak.

Misalnya saja, soal jaminan dapat tempat kembali di lokasi pembangunan. Selain itu, konsep hingga rencana pembangunan yang akan dilakukan. "Kepastian itu masyarakat belum dapat," ujarnya.



Video Ricuh Tamansari Bandung Viral di Media Sosial:

[Gambas:Video 20detik]



(mso/ern)