Warga Korban Gusuran Rumah Deret Tamansari Tidur di Masjid

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 22:14 WIB
Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Warga korban penggusuran proyek rumah deret Tamansari masih bertahan di lokasi gusuran. Lantaran rumahnya diratakan, mereka sementara tidur di dalam masjid.

Para warga yang bertahan atau menolak pembangunan rumah deret Tamansari itu menempati Masjid Al-Islam yang berada di dekat area gusuran. Masjid dua lantai itu dipenuhi sejumlah warga berbagai usia yang didampingi sejumlah pemuda.

Selain itu, barang-barang milik warga pun masih menumpuk di pelataran masjid. Sementara sebagian lainnya dipindahkan ke Rusunawa Rancacili.

"Di sini saja kayaknya (masjid). Soalnya masih banyak hal yang harus dipikirkan untuk langkah selanjutnya bagaimana apakah ngontrak atau bagaimana, belum," ucap warga bernama Nyai (47) saat ditemui di Masjid Al Islam area gusuran, Kamis (12/12/2019).

Nyai mengaku sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan kejelasan dari Pemkot Bandung, terutama soal ganti rugi akibat penggusuran.

"Kita masih berharap kebaikan pemerintah untuk bisa mengganti apa yang sudah dibongkar. Rumah kita maksudnya," kata dia.

Hal senada diungkapkan warga lainnya, Agus (50). Dia mengaku belum menentukan nasibnya usai menjadi korban penggusuran.

"Ya bingung juga sih A, ya terpaksa ikut dulu orang tua atau nyari-nyari dulu ke saudara. Kalau tempat sendiri belum punya. Soalnya ngedadak juga," kata Agus.

Agus meminta keadilan dari pemerintah. Kalaupun rumahnya sudah digusur untuk proyek rumah deret, pihaknya meminta keadilan.

"Sebenarnya gimana ya, apapun yang mau dibangun oleh pemerintah kalau seandainya adil buat warga yang khususnya kena dampak apakah dari segi pergantian, prosedur, pertama prosedur sudah salah, penggantian pun tidak. Harapannya ya tetap saja kita minta keadilan. Karena kita sudah rugi rumah dibongkar paksa kan, menurut kita enggak etis, nggak pakai aturan tidak sesuai aturan," tuturnya.

Sementara warga lainnya Budi Rahayu (43) mengaku masih akan mencari tempat tinggal. Sementara untuk malam ini, anaknya akan tidur di masjid bersama warga lain karena masih sekolah di dekat area gusuran.

"Saya kemungkinan mau ke Rancaekek. Di masjid anak saya di situ sama semua warga yang bertahan," katanya.

Sebelumnya proses eksekusi lahan untuk rumah deret Tamansari Bandung berujung penolakan warga. Bahkan sempat terjadi bentrok antara petugas Satpol PP dan pemuda yang mengaku mendampingi warga. (dir/ern)