Wagub Uu Akui Punya Peran Muluskan Bankeu Rp 744 M untuk Tasikmalaya

Mukhlis Dinillah - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 15:14 WIB
Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom
Bandung - Wagub Jabar UU Ruzhanul Ulum angkat bicara mengenai porsi dana Bantuan Keuangan (Bankeu) tahun 2020 untuk Kabupaten Tasikmalaya, yang mencapai Rp 744 miliar. Ia tak menampik ada perannya dalam meloloskan besaran dana Bankeu tersebut.

Uu mengatakan besaran dana Bankeu tersebut belum final meski sudah disahkan DPRD Jabar. Pasalnya, masih dikaji oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Ini adalah sebuah keputusan yang sudah diketok oleh DPRD dan pemerintah, tapi ini belum final karena masih dievaluasi Kemendagri," kata Uu di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (11/12/2019).

Ia menuturkan besaran dana Bankeu merupakan usulan dari pemerintah kabupaten/kota yang kemudian disetujui eksekutif dan legislatif di Jabar, sehingga angka tersebut bukan berasal dari Pemprov Jabar.

"Karena mungkin Pak Uu orang Tasikmalaya, seolah ada perbedaan dan ada keberpihakan dalam Bankeu. Masalah Bankeu dari Pemprov Jabar ini kan semuanya dirasionalisasikan dari pihak pengusul ke provinsi, dan dari pihak provinsi untuk membahas hal ini," jelas dia.



Ia tak menampik ikut berperan dalam menyetujui usulan dana Bankeu ke 27 kabupaten/kota, terutama Kabupaten Tasikmalaya. Namun ia menegaskan hal tersebut bukan keputusannya sendiri, melainkan bersama.

"Masalah peran tupoksi saya sebagai wakil hanya dalam koordinasi ASN, masalah kemiskinan, pengawasan, tupoksi saya hanya di situ. Adapun peran (dalam Bankeu) itu bukan peran sendirian, tapi peran bersama. Karena yang namanya anggaran ke daerah itu tidak ujug-ujug dan one man show, tapi ada indikator dan tupoksi lain yang memberikan keputusan seperti itu," tutur dia.

Menurutnya, besaran dana Bankeu yang akan diterima Kabupaten Tasikmalaya cukup rasional lantaran saat ini membutuhkan sejumlah fasilitas pelayanan dasar, seperti rumah sakit, alun-alun, pasar, perkantoran, dan lainnya.

"Ideal dan tidak tak bisa dilihat dari jumlah, tapi dilihat peruntukannya. Karena dulu di saat saya berusaha memisahkan Kota Tasik dan Kabupaten Tasik, menurut pemerintah pusat, sarana dasar kabupaten/kota akan dibantu, ternyata tidak. Artinya, Kabupaten Tasik membutuhkan. Tetapi bukan hanya Tasik, kabupaten lain pun dapat bantuan sesuai porsinya masing-masing," ujar Uu.



Sementara itu, sebelumnya, pengamat kebijakan publik Universitas Padjadjaran (Unpad) Yogi Suparyogi mempertanyakan besaran Bankeu untuk wilayah yang pernah dipimpin Wagub Jabar Uu Ruzhanul tersebut. Sebab, sejauh ini belum ada program strategis pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya yang membutuhkan biaya besar.




Tonton juga video Horor Tanah Bergerak di Tasikmalaya, 146 Rumah Rusak:

[Gambas:Video 20detik]



(mud/ern)