Bersandar di Pelabuhan Cirebon, Kapal Perang TNI AL Boleh Dimasuki Warga

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 12:37 WIB
Foto: Sudirman Wamad/detikcom
Cirebon - Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, kedatangan kapal perang milik TNI AL, KRI Teluk Cirebon 543. Pihak Pangkalan TNI AL Cirebon mengizinkan masyarakat menaiki kapal dan menyusuri setiap lorong kapal tempur kebanggaan Indonesia itu.

Komandan Lanal Cirebon Letkol Laut (P) Agung Nugroho mengatakan KRI Teluk Cirebon bersandar di pelabuhan sejak Senin (9/12/2019) hingga Kamis (12/12/2019) besok. Hadirnya KRI Teluk Cirebon merupakan salah satu rangkaian dalam mendukung pelatihan bela negara.

"Kamis itu nanti kapal ini keliling atau berlayar. Kami libatkan generasi muda, ada Pramuka, ada juga dari tokoh agama dan Forkopimda untuk pelayaran nanti," katanya kepada detikcom di Pelabuhan Cirebon, Rabu (11/12/2019).

Agung mengatakan kehadiran KRI Teluk Cirebon bisa menambah kecintaan masyarakat terhadap Indonesia. Ia juga berharap masyarakat bisa lebih mengenal tentang TNI AL.

Di tempat yang sama, Komandan KRI Teluk Cirebon 543 Letkol Laut (P) Krido Satrio menjelaskan KRI Teluk Cirebon merupakan salah satu kapal perang jenis amfibi Komando Armada I. KRI Teluk Cirebon memiliki tugas operasi pertempuran, keamanan laut dan angkatan laut.

"Fungsinya ini bisa membawa pasukan pendarat beserta peralatan tempurnya. Kapal ini mendarat di daratan yang dikuasai musuh. Intinya tentang operasi keamanan, pergeseran dan lainnya," kata Krido.
Bersandar di Pelabuhan Cirebon, Kapal Perang TNI AL Boleh Dimasuki WargaFoto: Sudirman Wamad/detikcom

Lebih lanjut, Krido menerangkan KRI Teluk Cirebon memiliki tiga divisi, yakni operasi, mesin, dan logistik. Ketiga divisi tersebut bertugas mempersiapkan peralatan hingga patroli. KRI Teluk Cirebon memiliki personel 71 orang.

"Sejarah KRI Teluk Cirebon ini dibuat di Jerman Timur oleh VEB Peenewerft pada September 1979. Awalnya kapal ini merupakan kapal angkatan laut Jerman Timur dengan nomor lambung E71. Kemudian, dibeli pemerintah untuk TNI AL pada 1993," kata Krido.

Krido menjelaskan penamaan KRI Teluk Cirebon untuk mengenang sejarah pertempuran pada 5 Januari 1947. Saat itu, KRI Gajah Mada, yang dikomandoi Kapten Samadikun, salah satu pahlawan asal Cirebon, terlibat pertempuran di Teluk Cirebon.
Bersandar di Pelabuhan Cirebon, Kapal Perang TNI AL Boleh Dimasuki WargaFoto: Sudirman Wamad/detikcom

KRI Teluk Cirebon juga sempat diterjunkan saat operasi Timor Leste, GAM Aceh, dan lainnya. KRI Teluk Cirebon dilengkapi dengan persenjataan penangkis serangan udara, seperti memiliki meriam kaliber 25 mm, meriam kaliber 37 mm laras ganda, dan memilik bom laut yang bisa digunakan untuk melaksanakan kegiatan peperangan anti-kapal selam. (ern/ern)