Guru dan Murid Bereskan Puing Madrasah Batujajar yang Terbakar

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 09 Des 2019 12:58 WIB
Foto: Yudha Maulana
Foto: Yudha Maulana
Bandung Barat - Guru dan murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Roudotutta'lim atau MI Batujajar membereskan puing-puing sisa kebakaran, Senin (9/12/2019). Tak ada kegiatan belajar mengajar (KBM).

Tiara (13) dan sejumlah temannya mengumpulkan lembaran kitab suci Alquran yang berserakan di lapang. Lembaran ayat suci itu terberai akibat amukan si jago merah pada Minggu (8/12/2019).

"Sekarang masih belum belajar. Masih kerja bakti, beres-beres," ujar Tiara saat ditemui di lokasi kebakaran.

Lembaran Alquran itu terlihat basah karena penyemprotan air oleh pemadam saat berusaha memadamkan api. Murid pun mengeringkan lembaran tersebut, sebelum membakarnya dengan api.

"Ini cara memuliakan Alquran, karena tidak bisa dipergunakan lagi, sudah hangus lembarannya. Alquran tidak bisa dibuang begitu saja," ujar Tiara.
Guru dan Murid Bereskan Puing Madrasah Batujajar yang TerbakarFoto: Yudha Maulana



Pantauan detikcom, anak-anak pun membantu mengangkut serpihan kayu yang relatif ringan dengan cara estafet. Mereka dibantu oleh personel Koramil Batujajar dan warga sekitar.

Sementara puing-puing bangunan yang menggunung di tengah lapang, dibereskan oleh orang dewasa dengan memasukannya ke dalam karung.

"Jelas ini mengganggu banget, barang siswa juga ada yang terbakar. Tapi besok katanya ujiannya di SMPN 1 Batujajar. Jamnya sekitar jam 07.00 WIB," ucap murid kelas 6 tersebut.

Sebelumnya, api menghanguskan empat kelas (ralat tiga kelas kemarin) di lantai dua madrasah tersebut. Kejadian ini berbuntut pada ditundanya tes hasil belajar (THB) siswa yang sedianya akan digelar hari ini.

Kepala MI Batujajar Nenden Reni (42), mengatakan, ada 785 murid yang belajar di MI tersebut. Ia berharap proses KBM bisa segera pulih.

"Mohon do'anya saja anak-anak yang kelas 5 dan kelas 6 bisa mengikuti tes dengan lancar. Dan ada solusi terbaik bagi anak kelas 1-4. Sementara ini, hanya itu yang kita perbuat," kata Nenden. (ern/ern)