Rawan Pergerakan Tanah, Warga Bunijaya Bandung Barat Mulai Mengungsi

Yudha Maulana - detikNews
Minggu, 08 Des 2019 16:54 WIB
Warga Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, mulai mengungsi khawatir bencana tanah bergerak. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Warga Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, mulai mengungsi khawatir bencana tanah bergerak. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung Barat - Sejumlah warga Kampung Cihideung, Desa Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengungsi akibat pergerakan tanah yang terjadi sejak Jumat ( 6/12/2019). Mereka khawatir terjadi bencana susulan mengingat curah hujan masih tinggi.

Ditemui detikcom Minggu (8/12/2019), Jejen (30) dan ibunya, Limah (67) tengah mengemas perabotan dan furnitur di dalam rumah. Pasalnya, pergerakan tanah membuat dinding dan halaman rumahnya retak-retak.


Selain Jejen, tetangganya Dudin (49) juga ikut mengungsi ke rumah kerabat yang posisinya lebih aman. Selain rumah mereka, ada tiga rumah dan satu musala yang berada di cekungan menuju Cianjur Selatan yang rusak.

Rawan Pergerakan Tanah, Warga Bunijaya Bandung Barat Mulai MengungsiFoto: Yudha Maulana
"Waktu malam, ada air deras meluncur ke bawah. Di rumah juga ada getaran, kami siaga saja menunggu di depan rumah. Rumah dan tanah semuanya ambles," kata Jejen kepada detikcom, Minggu (8/12/2019).

Selain rumah, pergerakan tanah juga membuat jalur alternatif Kabupaten Bandung Barat dan Cianjur juga ambles. Separuh jalan selebar tiga meter juga terkikis kurang lebih 40 meter.

Rawan Pergerakan Tanah, Warga Bunijaya Bandung Barat Mulai MengungsiFoto: Yudha Maulana
Retakan juga terlihat di pematang sawah warga sehingga membuat undakan-undakan dengan tinggi mencapai satu meter. "Kejadian ini baru pertama kali terjadi di Bunijaya, sebelumnya tidak pernah," kata Jejen.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Duddy Prabowo menurunkan tim geologi untuk mengkaji pergerakan tanah di wilayah Bunijaya. "Kami akan meminta tim geologi untuk mengkaji," katanya. (tro/tro)