Rel 'Menggantung' di Sukabumi, KA Pangrango Batalkan Perjalanan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 07 Des 2019 09:40 WIB
Proses perbaikan rel di Sukabumi ini dilakukan pihak PT KAI Daop 1 Jakarta. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Proses perbaikan rel di Sukabumi ini dilakukan pihak PT KAI Daop 1 Jakarta. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Perjalanan Kereta Api (KA) Pangrango Sukabumi-Bogor dibatalkan sementara hari ini karena dampak bencana longsor yang mengakibatkan terkikisnya tanah dan bantalan rel. Akibat kejadian itu rel terlihat 'menggantung'.

Proses perbaikan masih terus dilakukan pihak PT KAI Daop 1 Jakarta. Pemasangan bantalan baru masih terus dilakukan mulai malam kemarin hingga pagi ini. Lokasi longsor ini titiknya di antara jalur stasiun Parung Kuda-Cicurug atau tepatnya KM 28+2/3.

"Akibat bencana longsor, pada lintas tersebut diperlukan perbaikan jalur KA yang cukup membutuhkan waktu. Atas kondisi tersebut PT KAI Daop 1 Jakarta menetapkan untuk sementara waktu perjalanan KA pertama dari Stasiun Sukabumi hari ini dibatalkan," kata Humas PT KAI Daop 1 Eva Chairunisa, Sabtu (7/12/2019).


Pihaknya mengucapkan permohonan maaf atas kondisi tersebut dan mengimbau masyarakat yang akan menggunakan jasa KA Pangrango untuk beralih ke moda transportasi lain.

"PT KAI Daop 1 Jakarta terus berupaya untuk meminimalisir terganggunya perjalanan kereta api (KA) di lintas Bogor-Sukabumi melalui upaya maksimal untuk perbaikan dapat segera selesai," ujar Eva.

Longsor itu pertama kali diketahui warga setempat yang langsung melaporkan kejadiannya kepada Relawan Khatulistiwa. Mereka kemudian membersihkan material tanah longsor yang sempat masuk ke permukiman rumah warga.

"Posisi rel 'menggantung' sepanjang tujuh meter, tanah yang terkikis sedalam 4 meter ke bawah. Mungkin akibat hujan, longsoran menutup saluran pembuangan sehingga air menggenang dan sempat masuk ke rumah warga," kata Ketua Relawan Khatulistiwa Jajang.

Simak Video "Proyek Double Track Sukabumi-Bogor Longsor!"

[Gambas:Video 20detik]

(bbn/bbn)