Pemprov Jabar Gandeng Mbizmarket untuk Pengadaan Barang

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 22:31 WIB
Pemprov Jabar gandeng Mbizmarket untuk pengadaan barang. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Pemprov Jabar gandeng Mbizmarket untuk pengadaan barang. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mencegah terjadinya budaya koruptif dalam hal pengadaan barang. Salah satunya dengan menggandeng perusahaan e-commerce dalam proses pengadaan barang.

Pemprov Jabar menunjuk Mbizmarket.co.id sebagai e-commerce dalam pengadaan barang. Nantinya barang-barang kecil yang dibutuhkan secara cepat akan dibeli melalui e-commerce tersebut. Sementara untuk pengadaan besar masih tetap menggunakan e-katalog.

"Kalau e-katalog itu yang besar-besar dan harus tender dulu, lama. Kalau yang kecil-kecil untuk sehari-hari, para penyedia itu kalau masuk e-katalog rumit. Dengan Mbizmarket kita belanja biasa saja, belanja online seperti belanja keseharian," ucap Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Jabar Ika Mardiah di The Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Soebroto, Kota Bandung, Jumat (6/12/2019).


Ika mengatakan, Mbizmarket digunakan untuk pengadaan barang atau jasa secara belanja langsung. Barang-barang kecil seperti pena, flashdisk hingga snack box untuk partai kecil bisa menggunakan e-commerce ini.

"Dengan Mbiz ini pengadaan langsung. Pembelian-pembelian yang di bawah Rp 50 juta. Kalau di atas itu (Rp 50 juta) dan barang ada e-katalog ya enggak pakai Mbiz," katanya.

Menurut Ika, alasan Pemprov Jabar menunjuk Mbizmarket sendiri lantaran platform tersebut memfasilitasi untuk membeli langsung kepada penjual. Sehingga, pengeluaran uang akan langsung masuk kepada penjual tanpa masuk ke e-commerce itu terlebih dahulu.

"Beberapa memang penyedia e-commerce kami hubungi, tapi ada kendala, kami inginnya bayar langsung ke penjualnya bukan ke pemilik platform," tuturnya.


Ika menambahkan, keuntungan pengadaan barang secara langsung menggunakan e-commerce ini juga untuk membuat kinerja lebih efisien. Karyawan yang biasa membeli ke luar kantor, kini tidak perlu lagi bepergian yang dapat mengganggu kinerja.

Selain itu, kata Ika, penggunaan e-commerce ini juga dapat mencegah terjadinya praktik koruptif.

"Katakan saya sering dapat laporan ini sebenarnya (harga barang) Rp 400 ribu saya dipaksa harus bikin kuitansi Rp 800 ribu. Saya terusik kok masih ada. Itu salah satunya. Saya pikir kalau seperti itu terus yang kecil-kecil, bisa banyak juga. Lalu banyak waktu staf terbuang, kemacetan, dia jadi enggak efektif kerja, harusnya di kantor tapi masih di luar," katanya.


COO Mbiz Ryn Hermawan mengatakan, Mbizmarket merupakan salah satu platform yang memungkinkan pembeli bisa berinteraksi dan melakukan proses jual beli secara langsung. Dia mengatakan, dengan Mbizmarket ini dapat memfasilitasi para pelaku usaha kecil dan menengah untuk ikut menawarkan barang atau jasa.

"Ada ekosistem penjual dan pembeli. Jadi ujung-ujungnya yang akan terbentuk UMKM di Jabar akan mendapat aksesnya karena lebih rapi selaku jenis usaha yang diberi manfaat," katanya.

Untuk perusahaan-perusahaan penjual barang dan jasa, Mbiz akan bekerja sama dengan rekanan atau kenalan dari Pemprov Jabar. Nantinya rekanan penyedia barang dan jasa yang biasa digunakan oleh Pemprov Jabar akan masuk ke dalam e-commerce itu.

"Kita kerja sama dengan Pemprov Jabar. Rekanan nanti akan dikenalkan. Hadapan kami juga akan banyak belajar dan tumbuh kembangkan," katanya. (dir/tro)