BPBD Terjunkan Tim Geologi Teliti Tanah Bergerak di Tasikmalaya

Deden Rahadian - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 11:32 WIB
Kerusakan akibat tanah bergerak di Puspahiang, Tasikmalaya, semakin melebar. (Foto: Deden Rahadian/detikcom)
Kerusakan akibat tanah bergerak di Puspahiang, Tasikmalaya, semakin melebar. (Foto: Deden Rahadian/detikcom)
Tasikmalaya - Pergerakan tanah di Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terus terjadi hingga Kamis (5/12/19). Bahkan retakan sejumlah rumah terlihat bertambah lebar.

Rumah milik Wulandari misalnya yang bertambah sekitar 5-10 cm dari retakan awal. "Iya, semakin besar retakan dinding rumah sampai ke plafon. Saya takut, tapi enggak ngungsi," katanya.


Tak hanya rumah, retakan juga mulai terlihat di jalan desa hingga lapang bola. Diameter retakan mencapai 50 cm dengan kedalaman satu meter. Petugas memasukkan batu untuk menutupi retakan agar tidak semakin besar.

"Ini lapang juga retak, kita masukkan batu agar tak semakin parah," ucap Rahmat Nugraha, Kades terpilih Desa Pusparahayu.

BPBD Terjunkan Tim Geologi Teliti Tanah Bergerak di TasikmalayaFoto: Deden Rahadian
Sementara itu, BPBD Kabupaten Tasikmalaya berencana menurunkan tim geologi. Ahli ini akan meneliti tekstur tanah yang ditempati 300 lebih warga. Jika tidak layak, pemerintah akan berupaya untuk relokasi.

"Kita turunkan tim geologi secepatnya untuk kaji tekstur tanah. Kalau enggak layak huni, kita kaji dan upayakan relokasi warga walau sulit," ucap Anang Luqman, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tasikmalaya di kantornya.




Horor Tanah Bergerak di Tasikmalaya, 146 Rumah Rusak:

[Gambas:Video 20detik]



(tro/tro)