Jejak Penanganan 5 Kasus Hoaks Selama 2019 di Jabar

Jejak Penanganan 5 Kasus Hoaks Selama 2019 di Jabar

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 04 Des 2019 18:36 WIB
Foto: ilustrasi/thinkstock
Foto: ilustrasi/thinkstock
Bandung - Kasus hoaks selama 2019 yang ditangani Polda Jabar sebagian masih belum dilimpahkan ke kejaksaan atau belum P21. Ada beberapa yang sudah dilimpahkan dan mulai menjalani persidangan.


Berdasarkan data yang diperoleh detikcom dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, ada lima kasus hoaks atau pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang ditangani Polda Jabar bersama Kejati Jabar. Kasus-kasus itu terdiri dari :

1. Kasus pria bernama Abdul Jalil yang mengunggah info ke media sosial (medsos) YouTube dengan narasi 'Polisi nyamar angkut c1 di
Kuningan Jawa Barat ... pura2 mau pasang spanduk'

2. Kasus ustaz Rahmat Baequni yang dalam ceramahnya menyinggung soal keberadaan Densus 88 Antiteror. Rahmat diamankan penyidik saat masa pemilu.

3. Dani Muhamad Ramdani (26) warga Tasikmalaya yang mengunggah informasi hoaks di medsos Facebook dengan narasi 'terjadi di Indihiang dan Cipedes, Tasikmalaya, Jawa Barat polisi memaksa ingin membuka kotak suara, dihadang oleh FPI, Babinsa dan relawan 02'.

4. Tersangka Yudi Hadiansyah Asari yang mengunggah dalam medsos soal hoaks tenaga dari China. Narasi yang disebut yaitu : 'PERHATIKAN WARNA KULIT & MATA SIPIT ANGGOTA BRIMOB INI ! SANGAT MENCURIGAKAN JNGN" TENTARA CINA YG MENYAMAR SBG TKA'.

5. Tersangka Iwan Adi Sucipto. Warga Cirebon ini sempat diamankan Polda Jabar lantaran membenturkan TNI-Polri dengan mengangkat isu ulang tahun PKI.

"Dari data tersebut baru tiga yang sudah P21 dan kita limpahkan ke pengadilan untuk disidangkan," ucap Kasipenkum Kejati Jabar Abdul Muis Ali saat dikonfirmasi, Rabu (4/12/2019).


Tonton juga Pesan Berantai soal Pasien BPJS Kesehatan Darurat Dipastikan Hoaks :


Selanjutnya
Halaman
1 2