detikNews
Rabu 04 Desember 2019, 11:46 WIB

Tanah Terus Bergerak, 146 Rumah di Puspahiang Tasikmalaya Rusak

Deden Rahadian - detikNews
Tanah Terus Bergerak, 146 Rumah di Puspahiang Tasikmalaya Rusak Foto: Deden Rahadian
Tasikmalaya - Memasuki musim hujan, bencana pergerakan tanah melanda empat kampung di Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang, Tasikmalaya, Jawa Barat, sejak senin (02/12/19). Jumlah rumah yang rusak terus bertambah setiap harinya, hingga total 146 unit per Rabu (4/12/2019).

Selain dinding belah, lantai rumah juga bergelombang hingga pecah. Beberapa rumah bahkan dinding rumah temboknya ambruk.

"Ini pas hujan senin kemarin asalnya dikit yang retak, jadi sekarang mambah. Gede retakanya saya khawatir pak. Jalan kampung aja sudah retak," ujar Pipih, Korban retakan tanah warga Kampung Burujul.

Pihak desa mencatat sebanyak 146 Rumah rusak yang tersebar di Kampung Burujul, Kampung Singajaya, Cigadung, dan Jajaway. "Kami imbau warga mengungsi apalagi yang rumahnya rusak parah," ujar Kepala Desa Puspahiang Rahmat Nugraha, di lokasi.
Lantai rumah retakLantai rumah retak Foto: Deden Rahadian

Ketua Relawan BPBD Kecamatan Puspahiang Didin Wahidin mengatakan hujan intensitas tinggi setelah kemarau panjang diduga menjadi pemicu retakan.

"BPBD terus pantau bencana ini yah kita antisipasi jangan sampai ada korban," ucap Didin.

Untuk pemantauan dan pendataan BPBD melibatkan Polsek Puspahiang.

Sementara itu Camat Puspahiang Zalkaf Drasma menyatakan 146 rumah rusak, di mana diameter retakan mencapai 3 centimeter. "Kita harapkan tim kajian geologi segera diturunkan agar warga tidak dibuat khawatir. Ini pergerakan terus terjadi, tanah terus bergerak tandanya rumah yang retak makin banyak" ucap Zalkaf.
(ern/ern)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com