Hengky Kurniawan Janji Angkat Dua Penyandang Disabilitas Jadi Stafnya

Hengky Kurniawan Janji Angkat Dua Penyandang Disabilitas Jadi Stafnya

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 03 Des 2019 21:52 WIB
Foto: Yudha Maulana
Foto: Yudha Maulana
Bandung Barat - Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan berjanji mengangkat dua penyandang disabilitas sebagai stafnya di Pemkab Bandung Barat.

Hal itu dikatakan Hengky dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional di Desa Tenjolaut, Cikalong Wetan, Selasa (3/12/2019).

"Saya sampaikan, saya meminta satu atau dua teman disabilitas untuk bisa bekerja sama dengan saya, jadi staf di Pemkab Bandung Barat," kata Hengky kepada detikcom.

Suami dari aktris Sonya Fatmala itu mengaku memiliki ruangan yang bisa digunakan sebagai ruang kerja bagi staf disabilitas. "Bila diperlukan ruangan saya bisa menjadi sekretariat, ada beberapa ruangan yang bisa dipakai," ucap Hengky.

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Jawa Barat Norman Yulian, mengapresiasi wacana tersebut. Ia akui, Hengky sempat membisikkannya untuk dicarikan satu atau dua orang disabilitas.

"Dua orang itu mau direkrut (Hengky) untuk bekerja di pemerintahan Bandung Barat. Kita tunggu realisasinya saja, bagaimana eksekusinya nanti," kata Norman.

Menurutnya dalam UU no 8 tahun 2018, diatur kuota penerimaan pekerja disabilitas sebanyak 2 persen di pemerintahan daerah. "Sekarang baru dua, tapi mungkin harapannya ke depan bisa ditambah lagi sesuai amanat undang-undang," ujarnya.

Lebih lanjut Norman mengkritik infrastruktur pelayanan di Jabar. Menurutnya hingga saat ini masih belum ramah bagi penyandang disabilitas.

"Masih kurang ya, untuk pelayanan publik, infrastrukturnya masih banyak yang belum memadai. Masih saja ada gedung atau lokasi yang sulit bagi disabilitas," kata Norman.

Kendati begitu, ia melihat ada upaya yang dilakukan Pemprov Jabar atau pemerintah daerah dalam menyediakan akses yang memudahkan bagi disabilitas. "Sudah ada, tapi belum keseluruhan, masih di beberapa titik saja. Mungkin ada yang belum memahami," ucapnya.

Menurutnya, selain infrastruktur, disabilitas juga kerap disulitkan untuk mencari pekerjaan. "Antisipasinya disabilitas harus memiliki kemampuan, misal servis barang elektronik atau kemampuan berwirausaha, tapi mudah-mudahan jangan dipersulit jika butuh bantuan," katanya.

Soal ini diakui Hengky, menurutnya penataan infrastruktur akan membutuhkan anggaran yang tak sedikit.

"Insya Allah kita menuju ke sana, karena pembangunan juga ada skala prioritas. Tapi bukan berarti tidak diprioritaskan, kita bertahap saja," kata Hengky. (ern/ern)