detikNews
Senin 02 Desember 2019, 19:38 WIB

PT APJ Minta PD Pasar Segera Kembalikan Pengelolaan Pasar Andir

Mochamad Solehudin - detikNews
PT APJ Minta PD Pasar Segera Kembalikan Pengelolaan Pasar Andir Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - PT Aman Prima Jaya (APJ) meminta PD Pasar Bermartabat Kota Bandung mengembalikan pengelolaan Pasar Andir. Pasalnya upaya hukum yang dilakukan oleh pihak PD Pasar telah dinyatakan kalah oleh pengadilan.

"Pengadilan sudah menegur PD Pasar untuk menyerahkan pengelolaan (Pasar Andir) kepada PT APJ. Kalau tidak mau menyerahkan secara sukarela, pengerahaan pengelolaan akan dieksekusi paksa oleh pengadilan," kata Kuasa Hukum PT APJ Bhaskara Nainggolan, di Rumah Makan BMC, Kota Bandung, Senin (2/12/2019).

Sebagaimana diketahui, kisruh antara PD Pasar dan PT APJ terkait pengelolaan Pasar Andir masih belum berakhir. PT APJ mengaku masih sah sebagai pengelola Pasar Andir sesuai dengan keputusan Badan Abritase Nasional (BANI) Nomor 31/2018/ BANI Bandung tertanggal 5 Maret 2019.

Namun PD Pasar, belum bisa menerima hingga melakukan upaya banding terkait putusan tersebut ke Pengadilan Negeri Bandung. Dalam upaya banding itu PD Pasar dinyatakan kalah.

Kemudian, PD Pasar kembali mengajukan banding ke Mahkamah Agung (MA) sebagai langkah hukum yang dilakukan. Namun tanggal 24 Oktober 2019, MA menolak upaya banding yang diajukan PD Pasar.

Dengan adanya putusan tersebut, Bhaskara berharap PD Pasar secara sukarela mau menyerahkan pengelolaan Pasar Andir ke PT APJ. Pihaknya sampai saat ini masih menunggu niat baik yang dilakukan jajaran direksi dari salah satu perusahaan plat merah milik Pemkot Bandung.

"Kami harap dan minta agar PD Pasar sukarela menyerahkan kembali pengelolaan. Kami juga sempat mengirim surat tanggal 18 November dan 27 November, tapi enggak ada balasan sama sekali," ucapnya.

Karena belum ada itikad baik, pihaknya memilih untuk mengajukan permohonan eksekusi paksa kepada Pengadilan Negeri pada tanggal 29 November 2019. Saat ini pihaknya menunggu jadwal eksekusi dari pengadilan.

"Permohonan eksekusi masuk 29 November 2019. Judulnya permohonan eksekusi putusan banding," katanya.

Dia menambahkan, selama pengelolaan Pasar Andir diambil alih oleh PD Pasar telah mengalami banyak kerugian. Total dari 2016 sampai saat ini kerugian mencapai Rp65 miliar.

"Dari sisi waktu kita dirugikan. Perkiraan kerugian Rp65 miliar terhitung dari 2016," ujarnya.

Bhaskara kembali meminta kepada PD Pasar untuk secara sukarela mengembalikan pengelolaan. Dia juga mendorong agar Pemkot Bandung untuk ikut membantu menyelesaikan permasalahan ini.

Apalagi, lanjut dia, dalam putusan BANI Pemkot Bandung sebagai tergugat. Selain itu, Pemkot juga memiliki perwakilan di PD Pasar sehingga harusnya mengetahui masalah yang terjadi.

"Kabag Hukum (Pemkot Bambang Suhari) juga (anggota) Badan Pengawas (PD Pasar). Harusnya tahu. Jadi kami harap bisa cepat dikembalikan lagi,"ujarnya.
(mso/ern)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com