detikNews
Minggu 01 Desember 2019, 12:38 WIB

Hari AIDS Sedunia, Dokter Gigi di Jabar Komitmen Tak Tolak Pasien ODHA

Mukhlis Dinillah - detikNews
Hari AIDS Sedunia, Dokter Gigi di Jabar Komitmen Tak Tolak Pasien ODHA Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung - Hari AIDS Sedunia diperingati setiap 1 Desember. Peringatan di Bandung melibatkan para dokter gigi yang berkomitmen menghapus stigma negatif terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Kegiatan peringatan Hari AIDS Sedunia ini berlangsung di Taman Cikapayang, kawasan Car Free Day, Dago, Kota Bandung, Minggu (1/12/2019). Beragam kegiatan berlangsung dalam peringatan tersebut.

Kegiatan yang mengangkat tema 'Dokter Gigi Tanpa Stigma' (Communities make the difference) ini juga memuat kegiatan sosial penyuluhan pemeriksaan gigi dan mulut gratis, hingga layanan tes HIV dan konseling gratis.

Kemudian dilaksanakan juga AIDS Walk Bandung oleh ratusan peserta yang terdiri dari aktivis, dokter gigi, spesialis mulut, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang peduli HIV/AIDS. Terdapat juga aksi teatrikal dan hiburan lainnya.

"Kami menyelenggarakan AIDS Walk Bandung sebagai implementasi dari Deklarasi Bali 2019. Bahwa dokter gigi berkomitmen penuh untuk melawan stigma dalam pengobatan pasien HIV/AIDS," kata Ketua Pelaksana Irna Sufiawati kepada wartawan.

Diakuinya latar belakang dari kegiatan ini tak lain dalam beberapa tahun ke belakang masih adanya penolakan dokter gigi terhadap pasien ODHA. Penolakan tersebut beragam mulai ketersediaan hingga sterilisasi alat yang kurang memadai.

"Padahal peran dokter gigi dalam deteksi awal infeksi HIV sangat vital. Jadi dokter gigi bisa melihat tanda-tanda pasien yang terinfeksi. Jadi kita inti berkomitmen menghapus stigma itu. Jangan ada lagi penolakan-penolakan," ungkap dosen Departemen Ilmu Penyakit Mulut Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unpad ini.
Hari AIDS Sedunia, Dokter Gigi di Jabar Komitmen Tak Tolak Pasien ODHAFoto: Mukhlis Dinillah

Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Janar Irman Syiarudin mengakui keluhan penolakan terhadap pasien ODHA dalam lima tahun terakhir ini memang terjadi. Hal itu yang menjadi perhatian bersama dalam pelayanan tanpa terkecuali terhadap pasien.

"Lima tahun belakang mencuat (penolakan dokter gigi) karena beragam alasannya, karena alatnya tidak steril dan sebagainya. Mereka punya anggapan tidak steril bisa menular ke pasien lain," ucap dia.

Dia menegaskan saat ini tidak ada alasan lagi bagi dokter gigi untuk menolak pasien ODHA. Sebab, hal-hal yang dikhawatirkan dokter gigi bisa dicegah dengan mengikuti standar operasional prosedur dan peralatan memadai di berbagai tingkatan fasilitas kesehatan.

"Ada kabar beberapa dokter yang terinfeksi juga, tapi enggak tau itu karena kerja atau hal lainnya. Tapi yang jelas kalau mengikuti SOP seperti sarung tangan, masker enggak masalah. Termasuk sterilisasi alat agar tidak menular ke pasien lain," tutur dia.

Di sisi lain, dengan adanya komitmen ini, diharapkan masyarakat atau pasien ODHA bisa lebih terbuka dengan dokter. Sehingga, nantinya pelayanan yang diberikan bisa tepat.

"Intinya kita ingin saling terbuka juga. Agar treatment yang diberikan juga tepat," ujar Irman.


Simak Video "Virus HIV Bisa Dihambat Sama Obat ARV"

[Gambas:Video 20detik]


(mud/ern)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com