Balada Guru Honorer Cianjur: Digaji Rp 100 Ribu dan Terserang Strok

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 29 Nov 2019 10:11 WIB
Saepudin terserang strok. Lelaki ini 20 tahun mengabdi sebagai guru honorer di Cianjur. (Syahdan Alamsyah/detikcom)

Strok mulai dirasakan Saepudin pada 2012. Ia total berhenti mengajar pada 2017. "Tahun 2012 saya masih mengajar. Saat itu mulai terasa (strok). Saat itu pihak sekolah sudah meminta beristirahat hingga sembuh. Saat itu gaji saya bagi dua karena dibantu teman seprofesi untuk mengisi rapor dan memberi nilai," ucap Saepudin.

Tekanan juga terus datang. Sang istri yang memberinya dua orang anak pergi menceraikannya. Saepudin hanya mendapat surat dari Pengadilan Agama (PA) karena digugat cerai oleh sang istri. Saat itu kesehatannya turun drastis. Dia pun berhenti mengajar.

Balada Guru Honorer Cianjur: Digaji Rp 100 Ribu dan Terserang StrokSaepudin terserang strok. Lelaki ini 20 tahun mengabdi sebagai guru honorer di Cianjur. (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Saat ini, Saepudin mengandalkan ibu dan saudara kandungnya. Ia mengaku sempat mencoba mengadu peruntungan dengan mendaftar PPPK. Ia berharap lolos dan bisa sedikit meningkatkan kesejahteraan.

Tetapi impiannya itu tak pernah terwujud. Tak pernah ada kabar lebih lanjut dirinya lolos, hanya nomor pendaftaran yang ia terima di awal mendaftar.

"Kalau dari pemerintah sama sekali tidak ada bantuan, hanya memang dari teman-teman seprofesi yang masih rutin menjenguk. Serta ada juga dari forum peduli guru. Meskipun tak seberapa, tapi itu sangat membantu untuk saya dan anak-anak," ujar Saepudin.
Halaman

(sya/bbn)